Konten dari Pengguna

Robot Rover Pencari Sumber Air di Bulan

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Robot Rover buatan NASA berencana akan didaratkan ke kutub selatan bulan untuk mencari lokasi sumber air
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Robot Rover buatan NASA berencana akan didaratkan ke kutub selatan bulan untuk mencari lokasi sumber air

Sebelum mengirim astronot wanita pertama, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Seirikat, NASA, berencana akan mendaratkan robot rover atau robot penjelajah tanpa awak seukuran mobil golf ke bulan. NASA berharap bisa mendaratkan rover bulan itu di kutub selatan bulan untuk mencari sumber air pada Desember 2022.

Pesawat ruang angkasa baru telah diumumkan pada Jumat (25/10/2019) di International Astronautical Congress, sebuah konferensi tahunan di mana banyak komunitas penerbang internasional berkumpul.

Rencananya Volatiles Investigating Polar Exploration Rover, atau VIPER, akan melakukan perjalanan beberapa mil di bulan selama 100 hari, mencari air di dalam permukaan bulan. Temuannya akan membantu NASA memilih tempat mengirim astronot sebagai bagian dari program Artemis yang bertujuan mengirimkan manusia kembali ke bulan. Badan antariksa ingin memilih lokasi pendaratan dengan banyak air es untuk digunakan sebagai sumber daya.

"Rover ini akan membantu kami menjawab banyak pertanyaan yang kami miliki tentang di mana air itu, dan seberapa banyak yang bisa kami gunakan," kata manajer proyek VIPER Daniel Andrews dalam sebuah pengumuman pers.

VIPER akan memiliki empat instrumen utama untuk mendeteksi air seperti Neutron Spectrometer System yang akan mendeteksi area basah di bawah permukaan. Setelah suatu daerah terlihat menjanjikan, rover akan mengerahkan mesin penggali TRIDENT untuk menggali ke dalam tanah. Sementara itu dua instrumen lain akan menganalisis sampel tanah.

Dalam misi tersebut, VIPER akan mengumpulkan berbagai jenis tanah dari berbagai wilayah bulan, membiarkan para ilmuwan memetakan lokasi yang tepat sumber air berada.

Foto: Misi Artemis tersebut akan dimulai pada tahun 2020-an oleh NASA

Dengan misi Artemis yang dimulai pada tahun 2020-an, air akan menjadi sumber daya utama di bulan - dan endapan air es yang penting untuk umur panjang bagi manusia bermukim di luar angkasa. Tidak hanya air minum, dengan menambang air es para astronot mungkin dapat mengekstraksinya menjadi hidrogen dan oksigen yang kemudian akan digunakannya untuk membuat bahan bakar roket. Jika terealisasi maka hal itu bisa mengurangi jumlah bahan bakar dan pasokan yang harus dibawa astronot ke bulan, dan bahkan mendukung misi masa depan ke planet Mars.

Sumber: nasa.gov | discovermagazine.com

Sumber foto: commons.wikimedia.org