Konten dari Pengguna

Saat Kita Mati, Kuku dan Rambut Tetap Tumbuh?

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada kabar yang menyebutkan ketika manusia telah meninggal, kuku dan rambutnya tetap tumbuh. Benarkah? Desas-desus ini sudah berlangsung sejak lama dan rasanya memang perlu ditelusuri jawabannya.

Saat Kita Mati, Kuku dan Rambut Tetap Tumbuh?
zoom-in-whitePerbesar

Foto: health.howstuffworks.com

Patut kamu ketahui, saat seseorang meninggal, tubuhnya berhenti memasok oksigen ke sel-sel yang ada di dalamnya. Tanpa oksigen, secara otomatis tubuh juga berhenti memproduksi glukosa yang merupakan sumber pertumbuhan bagi sel-sel tersebut.

Sedangkan kuku dan rambut memang tak perlu glukosa untuk tumbuh, mereka justru butuh keratin tak bernyawa. Penjelasan sekilas inilah yang membuat orang salah paham dan mengira rambut dan kuku akan tetap tumbuh setelah kematian.

Untuk menghasilkan keratin, dibutuhkan aktivitas dari matriks genimal. Tapi matriks ini sebenarnya tak akan bisa berbuat apa-apa jika sudah tak ada kehidupan. Karena saat manusia meninggal maka matilah semua aktivitas dalam tubuh.

Saat Kita Mati, Kuku dan Rambut Tetap Tumbuh? (1)
zoom-in-whitePerbesar

Foto: matacuriosidade.com

Jadi, dari mana semua mitos rambut dan kuku ini bermula? Usai kematian, proses dekomposisi dimulai dan salah satu hal yang pertama terjadi ialah dehidrasi. Air menguap dan membuat hampir semua bagian tubuh mengering, tapi pada saat yang sama keratin dapat bertahan lebih lama dari kerusakan.

Menurut Doris Day, ahli dermatologi di Lenox Hill Hospital, kuku dan rambut orang yang meninggal tak dapat tumbuh lagi, itu hanya terlihat lebih jelas dan menonjol karena tubuh orang mati semakin menyusut.