Konten dari Pengguna

Sampah Plastik yang Mengancam Populasi Burung Laut

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Burung Laut
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Burung Laut

Tercemarnya lingkungan di laut sudah jelas dapat membahayakan sistem kehidupan dan ekosistem di dalamnya. Termasuk bahan kimia plastik yang menjadi potensi polutan berbahaya bagi tubuh burung laut, setidaknya sudah ada penelitian yang mengindikasikan hal tersebut.

Penelitian tersebut diterbitkan dalam sebuah jurnal berjudul Current Biology, di mana sebuah tim ilmuwan yang dipimpin oleh Shouta Nakayama dari Universitas Hokkaido mencoba untuk memberi makan pelet plastik kepada anak-anak burung laut yang tinggal di sebuah tebing di Pulau Awashima, Jepang. Tim juga memantau 6 spesies burung laut lainnya yang hidup liar di alam Hawaii.

Dari hasil penelitian tersebut, mereka menemukan bahwa akumulasi zat adiktif kimia di dalam hati dan jaringan lemak burung laut 120.000 kali lebih tinggi daripada jumlah makanan alami mereka. Menurut tim, hasil ini menunjukkan bahwa mengkonsumsi sampah plastik di lautan dapat menjadi jalur utama polutan kimia masuk ke dalam tubuh burung laut.

Foto: Sampah plastik di lautan

Diketahui bahwa sampah plastik sudah tersebar luas di seluruh laut di dunia. Dari sebuah studi di tahun 2015 menemukan bahwa setiap tahun ada sekitar 8 juta ton sampai plastik masuk ke lautan di planet ini. Dengan banyaknya persentasi sampah plastik yang masuk ke lautan, menjadikan sejumlah spesies menelan sampah plastik tersebut.

Di antara hewan-hewan yang hidup di lingkungan laut, burung laut menjadi spesies yang paling rentan terhadap polusi plastik ini karena mereka memiliki tingkat konsumsi yang tinggi, mereka sering salah mengira bahwa sampah tersebut adalah bahan makanan. Sebuah studi menemukan dari tahun 1960-an, sekitar 45-78 persen burung laut di seluruh dunia telah memakan sampah plastik.

Bagi burung laut yang mengkonsumsi plastik dapat menyebabkan penyumbatan dan cedera pada saluran pencernaan hingga ke titik yang paling fatal, juga menyebabkan tubuh dapat terkena bahan kimia berbahaya. Hal tersebut dikarenakan plastik sendiri memiliki bahan kimia selama proses pembuatan, ditambah lagi zat beracun di lautan yang dapat melekat pada bahan tersebut.

Dari penelitian yang telah dilakukan, masih belum dapat dibuktikan dengan jelas apakah plastik menjadi sumber polutan, bisa saja ada sumber lain yang mungkin masih belum diketahui. Maka dari itu, para peneliti terus melakukan studi terbaru untuk mendapatkan bukti langsung. Sementara itu, status burung laut di seluruh dunia bisa dikatakan dalam bahaya, karena sekitar setengah dari spesies yang diketahi sedang mengalami penurunan populasi hingga 28 persen.

Sumber: newsbreak.com | newsweek.com | theguardian.com

Sumber foto: commons.wikimedia.org