Konten dari Pengguna

Schwerer Gustav, Senjata Perang Terbesar

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Senjata ini sanggup menembakkan pelor seberat 7 ton dari jarak lebih dari 40 kilometer.

Schwerer Gustav, Senjata Perang Terbesar
zoom-in-whitePerbesar

Foto: commons.wikimedia.org

Tatkala Prancis membangun serangkaian benteng rintangan kolosal yang disebut Jalur Maginot, untuk melindungi serangan yang datang dari arah timur, Nazi hampir tak berkutik melewatinya. Takada Wehrmacht (angkatan bersenjata) Jerman yang mampu menembus pertahanan tangguh itu; Adolf Hitler meminta bantuan pembuat amunisi Krupp untuk mencari solusinya.

Erich Muller, insinyur perusahaan Krupp, lantas memperkirakan bahwa untuk menusuk beton dengan ketebalan 7 meter (atau satu meter baja) diperlukan senjata dengan dimensi sangat besar. Sebuah senapan yang memiliki diameter moncong lebih dari 80 sentimeter dan panjang 30 meter, sehingga mampu menembakkan peluru seberat 7 ton dari jarak 40 kilometer (di luar jangkauan artileri Prancis).

Hitler menyetujui ide Muller dan pembuatan senjata terbesar pun dimulai pada 1937. Dalam waktu kurang dari dua tahun, senapan super bernama Schwerer Gustav itu sudah siap.

Alfried Krupp, yang mengusulkan nama depan ayahnya (Gustav Krupp) sebagai sebutan senjata tersebut, lantas membawanya kepada Hitler pada 1941 untuk pelaksanaan uji coba. Tetapi, saat itu Jerman telah berhasil menguasai Jalur Maginot dan Hitler mesti mengalihkan fungsinya guna serangan lainnya.

Schwerer Gustav kemudian dibawa Sevastopol, Rusia, selama pengepungan pada tahun 1942, dengan usaha dari 4.000 orang demi memindahkannya. Sebab terlalu besar, senapan kolosal itu dipecah menjadi beberapa bagian dan diangkut dalam 25 gerbong berbeda, lalu dirakit lagi oleh 250 orang selama tiga hari menyelesaikannya.

Untuk semua waktu dan uang yang telah dihabiskan Nazi Jerman, Schwerer Gustav rupanya tak bertahan terlalu lama. Setelah beroperasi selama empat minggu, menghancurkan benteng, armada bawah laut, dan beton-beton perlindungan Rusia, Schwerer Gustav dibawa kembali ke Jerman dan akhirnya dihancurkan oleh Nazi pada 1945 (agar tak direbut oleh Sekutu).

Sumber: warhistoryonline.com | history.com