Seberapa Ampuh Ayahuasca Mengobati Masalah Mental?

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Polemik ayahuasca telah memunculkan dua pihak bertentangan: antara yang mengomersialkannya untuk dikonsumsi oleh para turis dan yang ingin mengembalikan keeksklusifan nilai tradisionalnya. Ayahuasca juga telah menimbulkan kontroversi karena beberapa dampak buruknya. Lantas, jika dilihat dari sisi medis, adakah dampak positif dari ayahuasca, yang diperebutkan legalitasnya oleh pihak tertentu ini?
Secara tradisional, ayahuasca merupakan psikedelik dengan efek yang kuat dan dibuat dengan menyeduh dua tanaman lokal secara bersamaan, yaitu dari anggur ayahuasca (Banisteriopsis caapi) dan semak chacruna (Psychotria viridis) yang mengandung halusinogen dimethyltryptamine. Selama berabad-abad, ayahuasca telah menjadi bagian dari budaya asli di Amazon dan tabib biasanya akan meminum ayahuasca untuk masuk ke "kesadaran lebih tinggi" demi memahami keluhan pasien.
Baca tulisan sebelumnya: Ayahuasca, Psikedelik Tradisional Amazon yang Disalahgunakan
Akan tetapi, praktik tradisional itu berubah dengan banyak pasien saat ini yang meminum langsung ayahuasca, alih-alih hanya dikonsumsi oleh tabib. Perubahan ini sebetulnya memberikan keuntungan bagi Peru, dengan semakin banyaknya turis yang bepergian ke area Hutam Amazon untuk minum ayahuasca.
Sementara bagi wisatawan (yang berlaku sebagai pasien) manfaat tanaman obat tradisional ini dianggap mampu membawa pikiran kita ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi, yang sangat bagus bagi mereka yang sedang mencari pencerahan spiritual atau membantu dengan masalah kesehatan mental seperti trauma, depresi, dan masalah kecanduan.
Menurut laporan dari BBC International, dampak positif dari ayahuasca memang terbukti secara ilmiah. Kajian mengenai efek ayahuasca gencar dilakukan oleh para ilmuwan dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa psikedelik tradisional ini bisa efektif dalam membantu mengurangi depresi, masalah kecanduan, dan trauma.
Tentu saja, selalu ada efek negatifnya juga. Banyak dari pasien yang rentan terhadap kepanikan dan ketidakmampuan mengendalikan diri setelah meminum ayahuasca. Kekuatan efek halusinasi yang kuat tidak mampu dikontrol oleh beberapa orang. Dilaporkan bahwa kadang-kadang wisatawan terpaksa mesti dibawa ke rumah sakit saat mengikuti retret ayahuasca bersama tabib lokal peru. Bahkan ada juga laporan kematian, meski tidak terkait langsung dengan minuman, sebagai akibat dari buruknya perawatan bagi pengunjung ketika mengalami masalah dengan ayahuasca.
Referensi:
