Sejarah Orang Ghillie, Penjaga Alam Dataran Tinggi Skotlandia

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ghillie, sebuah kata dalam bahasa Gaelik di Skotlandia, memiliki makna yang mendekati "pelayan" atau "pengabdi". Ghillie juga identik sebagai cara lama dan tradisi dalam kehidupan masyarakat dataran tinggi.
Kisah orang Ghillie dimulai pada akhir abad ke-16, ketika para kepala suku Highland membutuhkan pelayan dan pengabdi untuk melakukan kerja kasar, keras, dan pekerjaan berat lainnya. Orang Ghillie-lah yang terpilih dalam tugas ini.
Para Ghillie memiliki gaya berpakaian yang unik. Mereka menggunakan seragam yang dipesan secara khusus. Seragam yang digunakan oleh Ghillie terdiri dari tiga potong pakaian wol estate, dari leher hingga kaki. Selain rompi wol tebal, jaket, dan celana dalam, mereka juga mengenakan dasi hijau dan kemeja kotak-kotak dari wol kasar. Pun dilengkapi dengan pin salmon dan bros kepala rusa, topi memancing, pelindung kaki, dan tak ketinggalan sepatu bot kotor.
Gaya berpakaian ini bukan sekadar gaya-gayaan. Tetapi juga tradisi. Murni dan sederhana, serta pakaian ini semacam kamuflase untuk membantu para Ghillie bersembunyi. Lapisan wol juga menghangatkan tubuh, ketika lingkungan sekitar terasa dingin.
Di lain sisi, cara berkuasa orang Highland pun tergolong unik, karena tidak ada daerah lain yang dapat bertahan dalam menerapkan hukum kepemilikan tanah secara tradisional.
Untuk waktu yang lama, orang Ghillie jadi tangan kanan bagi para kepala suku Highland, yang bertanggung jawab untuk mengetahui kondisi cuaca saat mengintai, di mana tempat memancing terbaik, dan seperti apa ketinggian, aliran, serta karakter setiap sungai.
Namun, ketika Ratu Victoria mulai menguasai pemerintahan pada abad ke-19, sistem kepemilikan tanah beralih dari kepemilikan suku menjadi pribadi. Tugas para Ghillie berubah sejak itu. Mereka jadi seorang pemandu bagi para pemilik tanah baru, untuk melakukan perjalanan di dataran tinggi Skotlandia.
Saat ini, pekerjaan orang Ghillie telah berkembang dari pelayan menjadi pengelola lahan keberlanjutan. Selain menguntit rusa dan memancing ikan salmon, tugas-tugas seperti regenerasi lahan gambut dan hutan, pemeliharaan pedesaan, pengendalian spesies legal, pemanenan daging liar secara berkelanjutan, ekowisata dan upaya penjangkauan masyarakat yang lebih luas, dilakukan oleh para Ghillie.
Berbeda dengan kelompok lain, para Ghillie sekarang cenderung mengawasi danau, sungai, dan hutan perkebunan, sebagaimana mereka mendidik orang lain tentang flora, fauna, dan permainan musim Skotlandia. Mereka penjaga keasrian dataran tinggi Skotlandia. [*]
