Konten dari Pengguna

Semut Madu Bertahan Hidup dengan Sikap Sosial yang Mengagumkan

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Flickr/Smithsonian Institution-NMNH-Insect Zoo
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Flickr/Smithsonian Institution-NMNH-Insect Zoo

Adakalanya, kita perlu memerhatikan hal-hal kecil di alam liar, ketika merasa penat dan muak terhadap hiruk pikuk sebagai manusia. Di sana, di luar cakupan kemanusiaan, hidup mahluk-mahluk yang jarang kita perhatikan, dengan sikap yang justru bisa lebih manusiawi. Dalam keseharian mereka yang sederhana, terkandung hikmah bagus untuk kita terima.

Semut Madu, misalnya, yang senantiasa membawa persediaan makanan darurat untuk komunitasnya. Rela menanggung beban ke mana saja, di punggungnya, demi kelangsungan hidup koloni.

Perjuangan semut madu tidak sepihak, karena ada kawannya yang juga mengemban tugas beratnya, yaitu semut pekerja yang bertugas mencari makanan. Setelah mendapatkan nektar, semut pekerja akan terus menerus memberikannya kepada semut madu sampai perutnya mengembang dengan cairan emas yang manis. Nanti ... ketika makanan telah langka, mereka akan bergantung pada cadangan regurgitasi tersebut.

Foto: Wikimedia Commons

Tentunya tidak mudah mesti membawa beban yang jauh melebihi ukuran badan. Terkadang, bagian bengkak semut madu bisa sampai seukuran anggur. Selain berat untuk di bawa, cadangan makanan ini juga mesti dilindungi. Sumber daya ini begitu penting sehingga koloni semut lain sering kali menyerang untuk mencurinya.

Bahkan, kalaupun sekelompok semut madu mampu selamat dari serangan koloni lain, mereka masih harus bertahan dari serangan mahluk lainnya, yaitu manusia. Madu pada semut itu rupanya bukan hanya sumber makanan berharga bagi serangga, karena penduduk asli Australia telah cukup lama dikenal memanfaatkan semut madu sebagai sumber gula.

kumparan post embed

Rumit memang ya, hubungan antara manusia dan mahluk kecil ini. Tidak cukup hanya mengambil pelajaran tentang cara hidup berkoloni semut madu yang mengagumkan, kita juga tak bisa menahan diri untuk melahap harta terpenting mereka.

Jika kamu sedang jalan-jalan ke Meksiko dan wilayah barat Amerika Serikat, dan menemukan koloni semut madu, jangan sampai serakah ya melahap mereka. Lantaran madu tersebut adalah persediaan darurat koloni.

kumparan post embed