Konten dari Pengguna

Sesshōseki, Batu Jelmaan Roh Rubah Ekor Sembilan yang Konon Dapat Membunuh

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Batu Sesshōseki | Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Batu Sesshōseki | Wikimedia Commons

Jepang memang memiliki banyak sekali cerita mistis yang begitu aneh dan menarik. Salah satunya adalah di pemandian air panas di Nasu, terdapat sebuah batu yang disebut-sebut sebagai jelmaan seekor roh rubah. Konon, batu ini dapat membunuh siapa saja yang bersentuhan dengannya.

Dalam budaya tradisional Jepang, kitsune atau rubah sering digambarkan sebagai roh nakal dengan kekuatan yang dapat mengubah bentuk. Salah satu kitsune yang cukup terkenal dalah Tamamo-no-Mae, seekor rubah yang berwujud wanita cantik yang memiliki kebiasaan untuk merayu banyak kaisar Jepang.

Legenda mengatakan, bahwa Tamamo-no-Mae sebenarnya adalah rubah berekor sembilan, yang pada abad ke-19 memiliki usia sekitar 2.000 tahun. Dikatakan juga ia sukses meruntuhkan Dinasti Shang; dan bertanggung jawab atas kematian 1.000 orang di kerajaan India kuno yang disebut Magadha. Kisah akhirnya, ia diburu oleh pasukan berjumlah besar; dan dikalahkan di dataran Nasu oleh seorang samurai heroik bernama Kazusa-no-suke Hirotsune.

Kitsune ekor sembilan meneror kerjaan di India | Wikimedia Commons

Bagaimanapun, kisah itu belum sepenuhnya berakhir. Desas-desus menyebutkan Tamamo-no-Mae berubah menjadi sebuah batu di kawasan Nasu. Batu ini kabarnya dapat membunuh orang-orang yang mendekatinya, baik hewan maupun manusia.

Selama abad ke-12, dikatakan sudah banyak orang yang menjadi korban jiwa dari Batu Tamamo-no-Mae, termasuk para biksu yang mencoba untuk menetralisasinya. Sampai pada tahun 1385, seorang biksu bernama Gen'nō berhasil menghancurkan batu; dan menyebarkan potongan-potongannya ke seluruh Jepang.

Batu yang masih tersisa di Nasu kemudian diberi nama Sesshōseki. Hingga hari ini pun, orang-orang masih dilarang untuk mendekatinya. Penjagaan ketat disiapkan agar tidak ada yang bisa mendekati Sesshōseki dengan mudah.

kumparan post embed

Jika dilihat dari sisi logika dan realita, daerah tersebut sebenarnya merupakan area vulkanis yang terus-menerus menghasilkan gas beracun, seperti hidrogen sulfida dan sulfur dioksida. Oleh sebab itulah, bukan hanya Sesshōseki yang sebetulnya dilarang untuk didekati, melainkan keseluruhan tempat tersebut juga tidak boleh dimasuki.

Namun, mitos yang telah berkembang tentunya tidak dapat sepenuhnya diabaikan maupun dilupakan, setidaknya bagi penduduk lokal. Di dekat sana juga dibangun sebuah kuil yang didedikasikan untuk si rubah ekor sembilan, yang dibangun untuk menenangkan jiwa Tamamo-no-Mae.

Rujukan: