Konten dari Pengguna

Shajarat Al-Hayat, Satu Pohon Teduh di Gurun Pasir

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: commons.wikimedia.org
zoom-in-whitePerbesar
Foto: commons.wikimedia.org

Sekitar Riffa dan Awali dekat Jebel Dukhan, Bahrain, merupakan kawasan yang dipenuhi gurun pasir. Kalaupun ada vegetasi yang tumbuh, hanya ada beberapa rerumputan kering saja di beberapa bagian. Memang ada juga beberapa pohon di sana, tetapi tak seistimewa pohon yang disebut Shajarat Al-Hayat.

Shajarat Al-Hayat berarti "Pohon Kehidupan" bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Namanya sudah pernah disebut dalam film lawas, L.A Story, yang tayang pada tahun 1991. Dalam film yang dibintangi aktor Amerika Serikat, Steve Martin, Pohon Kehidupan dianggap sebagai salah satu tempat paling mistis di dunia.

Menyikapi apakah tempat itu benar memiliki aura supernatural atau bukan, akan sulit dibuktikan. Meski begitu, kenyataannya Pohon Kehidupan mampu membuktikan keajaiban dengan semangatnya untuk hidup sendiri di dataran gersang.

Pohon Kehidupan diperkirakan sudah berusia 400 tahun. Letaknya di antara dua pemukiman yang dekat dengan pantai tenggara Bahrain, 10 km dari Askar dan 3,5 km dari Jaww.

Melihat hanya ada satu pohon yang berdiri di tanah tandus seperti pohon tersebut memang tampak seperti keajaiban. Namun, anggapan seperti itu akan dianggap berlebihan bila mengenal jenis dari pohon yang memiliki tinggi 9,7 meter itu .

Pohon Kehidupan merupakan tumbuhan mesquite dari jenis prosopis cineraria yang biasa tumbuh di benua Asia. Pohon dari jenis tersebut merupakan jenis tumbuhan yang kuat hidup di iklim ekstrim seperti di gurun atau wilayah kering yang jarang mendapat limpahan air hujan. Karakteristik utama dari tumbuhan mesquite adalah akarnya bisa tumbuh hingga 50 meter. Dengan panjang seperti itu jelas akan membuat tumbuhan tersebut mendapat nutrisi untuk hidup dari air yang mengendap di tanah.

Tanah tempat tumbuhnya Pohon Kehidupan terletak 9-12 meter di atas permukaan air laut. Tak jauh dari tempat berdirinya terdapat kolam tempat penampungan air. Pohon Kehidupan juga masih bisa tumbuh karena tumbuhan mesquite mampu beradaptasi dengan menyerap embun dari udara meski di wilayah tersebut tingkat kelembabannya tak terlalu tinggi. Tak jauh dari area tempat Pohon Kehidupan tumbuh, terdapat satu pohon lebih kecil berukuran 850 meter.

Menurut penuturan cerita lokal, Pohon Kehidupan ditanam pada tahun 1583. Pohon tersebut tetap bertahan hidup sampai sekarang dengan daun berwarna hijau segar dan batang yang kuat. Gagahnya Pohon Kehidupan berdiri dapat dilihat dari kejauhan.

Pohon Kehidupan menjadi objek wisata bagi turis lokal dan asing. Kira-kira 50 ribu turis singgah melihat Pohon Kehidupan setiap tahunnya. Tak semua turis bersikap baik, karena ada saja tangan-tangan jahil saat berkunjung ke Pohon Kehidupan. Berbagai aksi vandalisme seperti mencorat-coret di tubuh Pohon Kehidupan sering dilakukuan para turis nakal. Pagar pembatas pun akhirnya dibuat agar kejadian itu tidak terulang.