Konten dari Pengguna

Shincheonji: Biang Teror Wabah Corona di Korea Selatan

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: ilustrasi penyebaran virus corona | pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Foto: ilustrasi penyebaran virus corona | pixabay.com

Saat kekacauan situasi yang dialami oleh Korea Selatan pada saat ini, muncul satu sekte keagamaan yang menjadi target amarah publik. Dari ribuan kasus pasien yang positif terinfeksi virus corona, banyak di antaranya yang berkaitan Gereja Shincheonji, sebuah kelompok rahasia yang diklaim sebagai "aliran sesat".

Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok ini secara terbuka meminta maaf dan mengaku telah berperan dalam penyebaran wabah. Mereka pun kini mau bekerja sama dengan pihak berwenang; meski beberapa anggota sektenya masih enggan menjalani tes.

Pemerintah Kota Seoul juga telah meminta jaksa agar menuntut Lee Man-hee, ketua sekaligus pendiri Gereja Shincheonji. Bersama 11 anggota lainnya, mereka dituduh menyembunyikan nama beberapa anggota (yang terpapar virus corona) secara sengaja, ketika petugas mencoba melacak pasien sebelum virus menyebar lebih luas.

Pihak berwenang merilis laporan bahwa anggota Shincheonji saling menginfeksi di Kota Daegu selatan pada bulan lalu, kemudian mereka menyebar ke seluruh negeri. Semua 230.000 anggota gereja ini telah diwawancarai dan hampir 9.000 di antaranya mengaku mengalami gejala terinfeksi virus corona. Mereka dituduh telah melakukan pembunuhan secara menyebarkan wabah yang menyebabkan kerugian dan melanggar undang-undang.

Salah satu anggota senior sekte, Kim Shin-chang, menyatakan "sangat menyesal telah menyebabkan keprihatinan". Dia pula mengakui bahwa beberapa anggota gereja takut untuk mengungkapkan identitas mereka.

"Kami khawatir untuk mengungkapkan informasi semacam ini demi keselamatan anggota kami, tetapi kami percaya pada saat ini yang paling penting adalah bekerja sama sepenuhnya dengan pemerintah," kata Kim Shin-chang.

Secara historis, sekte Gereja Shincheonji didirikan oleh Lee Man-hee pada tahun 1984. Pria berusia 88 tahun ini mengklaim dirinya sebagai Mesias dan diidentifikasi oleh para pengikutnya sebagai "pendeta yang dijanjikan" yang disebutkan dalam Alkitab. Dalam bahasa Korea, Shincheonji berarti "langit dan bumi baru". Para pengikut Lee Man-hee pun percaya bahwa dia akan membawa 144.000 orang ke surga bersamanya.

Sekte Gereja Shincheonji dilaporkan juga memiliki lebih dari 20.000 pengikut di luar Korea Selatan, termasuk di Cina, Jepang, dan wilayah Asia Tenggara.

Sumber: bbc.co.uk | nzherald.co.nz