Sisi Historis Pembuatan Arsitektur dan Furnitur Langsung dari Pohon

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di seluruh dunia, sejak berabad-abad yang lalu, banyak orang mulai mencoba untuk menekuk dan membentuk pohon menjadi sebuah bentuk baru, baik untuk tujuan praktis maupun estetika. Kini, sudah ada banyak orang yang belajar satu sama lain dengan tujuan untuk menumbuhkan pohon menjadi bentuk yang lebih berguna, seperti arsitektur atau furnitur.
Para pembentuk pohon ini nampaknya telah menemukan prinsip dasar yang sama, yaitu untuk membentuk pohon dari kecil hingga besar yang pada akhirnya akan menjadi sebuah struktur baru. Di Indonesia dan India bagian timur laut, akar pohon beringin dan karet dibentuk melilit bambu untuk membentuk jembatan akar yang tahan terhadap angin muson. Di Eropa, tukang kebun mengembangkan teknik bernama espalier, dengan mengendalikan pertumbuhan tanaman berkayu dengan mengikat cabangnya pada sebuah bingkai khusus.
Pembentukkan pohon pada zaman dulu lebih sering ditujukan untuk tujuan praktis. Dengan menanam pohon dengan garis lurus dan membuat ranting-rantingnya agar saling terikat satu sama lain, teknik tersebut dinamakan pleaching, sehingga tukang kebun dapat membuat pagar yang tebal dan tidak mudah ditembus. Salah satu pembentukkan pohon yang fantastis, ada pada pohon di Italia yang bernama Maple of Ratibor, yang berbentuk rumah.
Pada abad ke-20, banyak orang kembali mengembangkan teknik pembentukkan pohon. Di awal 1900-an, John Krubsack, seorang bankir di Wisconsin, menanam 32 pohon dan membentuknya agar menjadi kursi yang kuat dibandingkan kursi biasa. Butuh 11 tahun baginya untuk menekuk, mencangkok, dan menumbuhkan pohon tersebut menjadi benda furnitur yang dapat digunakan.
Di tahun 1920-an, Axel Erlandson, seorang petani California, membentuk pohon menjadi lengkungan berbentuk geometris. Di waktu yang sama, Arthur Wiechula, seorang insinyur Jerman, menguraikan ide-ide fantastisnya untuk membuat sebuah rumah dari pohon. Di Australia, Peter Cook dan Becky Northey, pendiri Pooktre, menyempurnakan teknik pembentukkan mereka sendiri dengan membentuk pohon menjadi figur orang, serta kursi dan bingkai cermin.
Sementara yang lain, mencoba untuk membentuk pohon dengan tujuan yang lebih ke arah arsitektur. Para peneliti di Jerman berupaya untuk mengembangkan teknik ‘Baubotanik’ yang memungkinkan untuk membangun menara dan bangunan lain langsung dari pohon hidup. Di Amerika Serikat, Bonnie Gale bahkan mengerjakan struktur tanaman dedalu hidup yang digunakan sebagai ornamen taman dan lanskap desain dengan tujuan praktis.
