Susahnya Hidup Brookesia Minima, Reptil Kerdil di Madagaskar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setidaknya sampai tahun 2012, Brookesia Minima telah diklaim sebagai bunglon paling kerdil di dunia. Hewan yang hidup di Madagaskar ini memiliki postur rata-rata sekitar 3 sentimeter dan statusnya berada di ambang kepunahan.
Ukuran betina biasanya lebih panjang satu sentimeter dari pejantan. Pejantan juga lebih ramping dari betina.
Tentunya, dengan ukuran mini seperti itu, menemukan pasangan ideal bagi B. minima jantan bukanlah hal yang mudah. Tantangannya luar biasa dan berbahaya, terlebih karena dapat berisiko ditabrak oleh hewan sebesar kaki seribu sekalipun.
Itulah mengapa pejantan dari bunglon kerdil ini tergolong agresif dan posesif, ketika menemukan betina yang dianggap cocok untuk kawin. Pejantan akan memegang betina potensialnya dengan erat dan tak akan dia melepaskannya.
Sikap tersebut merupakan taktik yang bagus bagi reptil kecil yang tinggal di hutan hujan (kawasan yang terlalu besar untuk hewan seukurannya). Demi berkembang biak, mempertahankan eksistensi, dan menghasilkan generasi penerus.
Menariknya, dengan segala kekurangan fisiknya, B. minima tidak bersikap inferior di alam liar. Bunglon kerdil ini memiliki kebiasaan yang relatif aktif dan suka bergerak di antara cabang-cabang rendah dan serasah daun.
Adapun bunglon yang lebih kecil dari B. minima adalah Brookesia micra, yang memiliki ukuran panjang rata-rata sekitar 2 sentimeter.
