Konten dari Pengguna

Tak Ada Lagikah Etika di Dunia Maya, Logan Paul?

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Logan Paul (Foto: youtube)
zoom-in-whitePerbesar
Logan Paul (Foto: youtube)

Masih hangat di benak kita, polah Youtuber Ria Ricis yang dihujani kritik dari warganet. Videonya tak luar biasa, hanya tentang buang squishy. Tapi protes dari Wulan Russell membuatnya jadi istimewa.

Ricis Dianggap tak mendidik; karena membuang squishy ke toilet dan di laut itu diklaim mencemari lingkungan. "Hanya demi viewers," kebanyakan netizen menuduh Ricis seperti itu.

Namun, jika mesti membandingkan level kontroversi Ricis, sebetulnya itu tak ada apa-apanya ketimbang Logan Paul.

Kali ini bukan sekadar urusan berbobot atau tidaknya video di Youtube, sebab Paul telah merusak batas etika saat dirinya mengunggah video penemuan mayat bunuh diri dan menjadikannya lelucon.

"Anda membuat saya merasa jijik. Tak dapat dipercaya begitu banyak anak muda yang mengagumi Anda. Menyedihkan. Semoga, setelah video ini mereka sadar... Bunuh diri bukan lelucon. Pergi dan membusuklah (Anda) di neraka," kecam Aaron Paul dilansir The Guardian, Selasa (2/1/2018).

Sampai sekasar itu aktor Breaking Bad tersebut menghujat Youtuber 22 tahun asal Amerika.

Serta masih banyak lagi protes dan cacian yang ditujukan untuk Paul, bahkan dari sesama Youtuber seperti PewDiePie.

Lalu, apa lagi, yang kita harapkan dari orang seperti Paul? Sudah sepantasnya dia kita sisihkan dari panggung hiburan, bukan? Jangan-jangan, kita malah mendorong dia semakin eksis?

Berharap dia minta maaf, itu sudah dia lakukan. Video yang bersangkutan pun sudah dihapus. Ingin dia insaf, toh subscriber-nya kini masih di atas 15 juta dan protes warganet sama sekali tak membuatnya merugi secara finansial.

Pada akhirnya percuma, dan semua hujatan itu nyatanya memang sia-sia. Hanya kembali jadi sumber uang untuk dirinya. Juga video So Sory yang dia unggah sebagai pernyataan menyesal, dalam waktu tujuh jam saja telah menembus angka 5,7 juta tayangan.

Terus-menerus meraup untung dalam segala kondisi terburuk sekalipun.

Ah, Paul, enak sekali menjadi dirimu.

Bahkan setelah berbuat salah sekalipun, masih saja meningkat kaya. Padahal tak punya etika. Kamu, iri?