Konten dari Pengguna

Tashirojima, Pulau Kucing di Jepang

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kucing-kucing di Tashirojima | Flickr/annintofu
zoom-in-whitePerbesar
Kucing-kucing di Tashirojima | Flickr/annintofu

Sebagai pulau kecil pedesaan di Kota Ishinomaki, Prefektur Miyagi, Tashirojima relatif populer bagi para wisatawan. Secara informal, pulau ini juga dikenal sebagai "Pulau Kucing", karena dihuni oleh beberapa ratus kucing yang dirawat secara baik oleh penduduk.

Kucing-kucing itu awalnya dibawa untuk membantu mengendalikan hama di sekitar peternakan ulat sutra. Namun, sejak kehadiran pertamanya, jumlahnya terus meningkat hingga melebihi populasi manusia. Perbandingannya adalah empat banding satu.

Selama berabad-abad, para nelayan yang bekerja di Tashirojima merawat dan melindungi kucing, karena mereka percaya bahwa hewan ini akan membawa keberuntungan. Mengikuti tradisi ini, mereka pun membangun Kuil Kucing (Nekokamisama) yang berukuran kecil, di pusat pulau, sebagai pernghormatan untuk seekor kucing yang secara tidak sengaja telah terbunuh oleh batu.

Kucing-kucing di Tashirojima kebanyakan tinggal di sekitar Pelabuhan Nitoda, di sisi tenggara pulau. Mereka bebas berkeliaran di jalan-jalan dan menikmati perhatian dari para wisatawan yang senantiasa memotret dan bermain bersama mereka.

Kedatangan banyak turis ke Tashirojima itu sebenarnya cukup mengejutkan, mengingat keterbatasan fasilitas pariwisatanya. Tidak ada restoran, sangat sedikit toko, dan jarang sekali toilet umum yang tersedia di pulau itu. Pengunjung bahkan diminta untuk membawa pulang semua sampah yang mereka hasilkan.