Konten dari Pengguna

Tebing Kematian Bison, Bukti Kecerdikan Manusia Kuno

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Wikimedia Commons

Selama ribuan tahun, sampai sekitar abad pertengahan, bison menjadi hewan yang paling banyak diburu oleh penduduk asli Amerika Utara. Kehidupan mereka sangat bergantung pada hewan tersebut, sebagai mata pencaharian utama mereka.

Dagingnya dapat dimakan, ekornya digunakan untuk mengikat, tulangnya dibuat menjadi alat keperluan sehari-hari, kulitnya digunakan untuk pakaian, berteduh, tempat tidur, dan masih banyak lainnya. Dengan perencanaan dan pengorganisasian yang baik, para pemburu ini dapat membunuh lusinan bahkan ratusan hewan sekaligus, tanpa menggunakan sedikitpun persenjataan.

Salah satu teknik pintar yang dilakukan oleh para pemburu, untuk membunuh bison, adalah dengan menggiring para bison untuk melompati sebuah tebing besar dan tinggi. Alhasil, bison-bison yang melompat akan langsung mati seketika saat terjatuh ke bawah tebing.

Butuh kesabaran dan kepintaran

Dalam perencanaan awal, para pemburu harus mencari sebuah tebing yang cocok untuk melakukan tugas ini. Mereka menyusuri biasanya akan padang rumput yang menurun dan kemudian menemukan sebuah tepi, dari ujung tebing yang terjal dengan tinggi sekitar 6 meter atau lebih. Saat lokasi tersebut telah ditetapkan, maka para pemburu akan mempersiapkan banyak batu besar di bawah tebing.

Lalu ... pemburu akan menutupi tubuhnya dengan kulit sapi atau kerbau. Ia akan mengembik, untuk menarik perhatian kawanan bison, dan kemudian mulai bergerak ke arah tebing. Saat sudah mendekati tebing, pemburu lain yang sebelumnya sudah bersembunyi akan melompat keluar sambil berteriak dan mengejutkan kawanan bison dari belakang.

Saat terkejut, bison-bison secara spontan berlari ke tepi tebing dan akhirnya terjatuh, karena amat sulit untuk berhenti seketika. Mereka akan saling mendorong menuju kematian satu sama lain.

Beberapa bison yang jatuh akan langsung mati, namun ada juga yang masih sekarat. Mereka yang masih bernafas akan segera dibunuh oleh pemburu di bawah tebing.

Setelah itu, tugas besar lainnya mesti segera dilakukan, untuk menguliti hewan tersebut. Daging segar akan dikeringkan dan disimpan. Tulang-tulang yang besar dihancurkan untuk mendapatkan sumsumnya, dan bagian tubuh lain yang dipergunakan sebagaimana mestinya. Proses ini dapat memakan waktu hingga berminggu-minggu dengan total pendapatan stok makanan yang cukup untuk berbulan-bulan lamanya.

Wikimedia Commons

Pemburuan dengan cara ini berakhir sekitar tahun 1500 Masehi, saat kuda sudah mulai digunakan oleh para pemburu. Penggunaan kuda dianggap menjadi lebih mudah untuk memburu lebih banyak bison dan dapat menghasilkan lebih banyak daging segar setiap tahunnya.

Saat ini, tebing yang memiliki sejarah dalam lompatan para bison tersebut telah menjadi sejarah, seperti Madison Buffalo Jump di Gallatin County, Montana, Ulm Pishkun di Cascade County, Montana, Vore Buffalo Jump di Crook County, Wyoming, dan masih banyak lainnya.