Temuan Ini Buktikan Pterosaurus Pernah Gagal dalam Memangsa Cumi-cumi

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa yang dapat kamu pikirkan jika ada seekor predator yang gagal memangsa target buruannya? Mungkin dalam beberapa kasus tidak sedikit kejadian yang seperti ini. Tapi, pernahkah kamu membayangkan bahwa seekor predator bukan hanya gagal dalam memangsa buruannya, namun juga sempat meninggalkan salah satu anggota tubuhnya di dalam tubuh mangsanya?
Ya, seperti pada kasus ini, dimana telah ditemukan seekor cumi purba yang di dalam tubuhnya tertanam sebuah gigi predator reptil purba, yaitu Pteosaurus. Ditemukannya fosil cumi ini menjadi bukti pertama dari serangan gagal yang dilakukan oleh reptil terbang yang satu ini.
Pteosaurus adalah seekor reptil bersayap yang hidup di Bumi sekitar 228 juta tahun yang lalu. Mereka punah pada saat yang sama dengan dinosaurus, yakni sekitar 66 juta tahun yang lalu. Sejauh ini diketahui ada lebih dari 100 spesies Pteosaurus yang pernah hidup di Bumi, dengan yang terbesar memiliki lebar sayap hingga 32 kaki.
Dalam penelitian, para peneliti menunjukkan bagaimana cara Pteosaurus dari jenis Rhamphorhynchus ini mencoba untuk menangkap Cephalopoda Coleoid, yaitu kelompok yang mencakup cumi-cumi dan gurita, tetapi berakhir gagal. Dari analisis yang ada, fosil Plesioteuthis dari jenis Cephalopoda ini menunjukkan bahwa Pteosaurus menyerang dari dekat permukaan air. Kemungkinan Rhamphorhynchus sendiri menyerang tidak dengan meluncur di atas air seperti burung-burung pada saat ini, tetapi dengan mengambil mangsanya saat masih terbang di ketinggian rendah, mirip seperti burung camar saat ini.
“Jika predator tidak membunuh mangsanya dengan gigitan pertama, tentu saja dapat membuat mangsanya mengalami reaksi yang cukup hebat untuk dapat melarikan diri.” Kata Hoffman dan Bestwick dari Ruhr-University Bochum, Jerman dan University of Leicester, Inggris. “Secara khusus, Cephalopoda memiliki otot mantel yang kuat dan digunakan untuk berenang. Jadi kemungkinan terdapat beberapa konstraksi otot yang kuat dan gigi predator yang sedikit longgar sehingga Cephalopoda dapat melarikan diri,” tambah mereka.
Fosil Plesioteuthis sendiri ditemukan di dalam sedimen di laguna dekat Kepulauan Solnhofen, Jerman, sekitar satu dekade lalu. Makhluk ini pernah hidup sekitar 150 hingga 155 juta tahun yang lalu. Karena tubuh mereka lunak, beberapa contoh spesies ini telah ditemukan hanya dalam catatan fosil saja. Namun, beruntungnya kondisi di laguna ini memiliki salinitas yang tinggi dan konsentrasi oksigen yang rendah, sehingga fosil ini masih tetap terjaga.
Sumber: buzzinus.com | article.wn.com |newsweek.com
Sumber foto: commons.wikimedia.org
