Ternyata Kutu Telah Hidup Dari Zaman Dinosaurus

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada satu hewan dimuka bumi ini yang tidak takut terhadap dinosaurus, ialah Kutu. Nenek moyang dari parasit kecil ini telah hidup semejak zaman dinosaurus atau masa prasejarah. Mereka bahkan menempel pada tubuh dan bulu dinosaurus untuk dapat menghisap darahnya. Itulah mengapa bulu-bulu dinosaurus (khusunya dinosaurus sejenis Archosaurus yang merupakan nenek moyang dari burung dan buaya) ditemukan dalam keadaan rusak seperti dimakan parasit.
Para ilmuwan telah membuktikan hal ini, dimana terdapat potongan-potongan kuning tua yang berasal dari 99 juta tahun yang lalu, mengandung bulu dinosaurus yang dipenuhi serangga mirip kutu. Salah satu bulu bahkan menunjukkan tanda-tanda telah digigit. Peneliti mengatakan penemuan itu adalah pertama kalinya terdapat kutu yang ditemukan dari era dinosaurus. Dimana dinosaurus non-unggas dan burung purba telah diidentifikasi memiliki bulu.
"Ini adalah penemuan paling awal yang tercatat, atau secara resmi didokumentasikan tentang keberadaan kutu atau serangga yang memakan bulu," kata Dr Chungkun Shih, seorang profesor tamu di Capital Normal University di China dan timnya.
Dalam jurnal Nature Communications menyebutkan penelitian yang dilakukan Shih dan rekannya dimana mereka berhasil menemukan 10 serangga mirip kutu kecil bersama dua bulu dinosaurus di dalam damar Burma yang diyakini berasal dari sekitar 99 juta tahun yang lalu (atau mungkin sebelumnya).
Kala itu Tim peneliti yang dipimpin oleh Shih mengatakan, serangga itu merupakan spesies yang sebelumnya tidak dikenal, hingga kemudian dijuluki Mesophthirus engeli. Mesophthirus merupakan nimfa (tahap perkembangan serangga yang belum matang) dengan ciri-ciri: serangga bertubuh kecil tanpa sayap, dengan panjang 0,14mm-0,23mm, bagian mulut yang kuat dengan setidaknya empat gigi, dan antena pendek yang kokoh. Diperkirakan serangga ini akan mencapai panjang sekitar 0,5mm pada fase dewasa mereka.
Menurut Shih, ukuran kutu dinosaurus cukup mengejutkan, karena kutu zaman prasejarah jauh lebih besar daripada spesies kutu saat ini. "Berdasarkan penelitian kami tentang kutu fosil, kami berpikir bahwa jika kami mencari kutu, ukurannya mungkin lebih besar daripada kutu saat ini, tetapi (mereka) ternyata sangat kecil," katanya. "Itu bisa menjelaskan mengapa pada fosil kompresi (di bebatuan) kita tidak dapat ditemukan kutu."
Hasil temuan juga menunjukkan bahwa serangga pemakan bulu ternyata sudah ada sejak era Cretaceous pertengahan. Bahkan analisis dari dua bulu yang ditemukan di dalam damar memiliki panjang 12,7mm dan lebar 13,6mm, menunjukkan kemungkinan berasal dari dua jenis dinosaurus, salah satunya pennaraptoran (sejenis burung mirip theropoda). Walaupun ada kemungkinan mereka adalah dua jenis bulu dari spesies yang sama. "Ini adalah bukti pertama bahwa dinosaurus berbulu sebenarnya menderita parasit yang mengunyah bulu mereka," kata Shih.
Michael Benton, profesor paleontologi vertebrata di Universitas Bristol, menyambut baik penelitian ini. "Sungguh menakjubkan, dan sangat meyakinkan bahwa dalam satu spesimen mereka dapat menemukan sembilan kutu dari spesies yang sama, masing-masing hanya seperlima dari satu milimeter, berpegangan pada bagian-bagian berbeda dari bulu yang terperangkap dalam damar," katanya. Kerusakan pada bulu, tambahnya, menunjukkan kesamaan dengan yang dibuat oleh kutu modern, dengan ini menunjukkan bahwa Kutu mampu berevolusi bersamaan dengan perkembangan bulu"
Sumber: fossilera.com| britannica.com| theguardian.com
Sumber foto: commons.wikimedia.org
