Konten dari Pengguna

The Turk, Mesin dari Abad ke-18 yang Jago Bermain Catur

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: commons.wikimedia.org
zoom-in-whitePerbesar
Foto: commons.wikimedia.org

Jauh sebelum teknologi komputer dan kecerdasan buatan ditemukan, manusia sudah mengenal adanya mesin dengan kemampuan melakukan hal yang lazimnya dilakukan oleh manusia. Pada era 1700-an, mesin semacam itu yang dikenal adalah The Turk, sejenis robot yang bisa bermain catur melawan manusia.

The Turk dirancang oleh seorang insinyur asal Hungaria bernama Baron Wolfgang van Kempelen pada tahun 1769. Pembuatan dan perkenalannya kepada publik dilaukan pada 1770 yang bertujuan untuk membuat Maria Theresa sang penguasa Austria terkesan. Sebelumnya, von Kempelen memang sudah berjanji kepada Maria Theresa untuk membuat penemuan yang mampu menampilkan hal yang lebih memukau dari aksi ilusionis asal Prancis, Francois Pelletier.

The Turk berwujud mesin dengan bentuk menyerupai tubuh dan wajah manusia yang dihiasi jenggot hitam serta mata abu-abu. Bagian tubuhnya yang ditopang sebuah kotak dan ditutupi pakaian tradisional Kesultanan Turki Utsmani, itulah yang membuat mesin ini disebut dengan The Turk.

Di depan tubuh mesin, terdapat seperangkat alat catur lengkap. Selayaknya permainan catur seperti biasanya, orang yang melawan The Turk akan duduk berhadap-hadapan dengan posisi alat catur berada di tengah antara The Turk dan orang tersebut.

Setiap The Turk akan bertanding melawan seseorang, von Kempelen akan membuka pakaian yang melapisi mesin dan membuka kotak di bagian bawah untuk menunjukkan isinya kepada penonton dan meyakinkan mereka bahwa isi dari The Turk hanyalah mesin tanpa ada manusia di dalamnya.

Meski demikian, sebenarnya The Turk digerakan oleh manusia dan inilah yang selalu ditutup-tutupi dari publik saat itu. Dengan rancangan mesin yang rumit dan canggih, manusia yang berada di dalamnya bisa disembunyikan tanpa terlihat meski kotak mesinnya dibuka. Dengan memantau pergerakan bidak catur lewat magnet, sang manusia yang memang piawai bermain catur pun mengontrol tangan The Turk untuk bermain. Bisa dibilang, The Turk adalah sebuah hoax yang sensasional dan mendunia.

The Turk dikenal jago bermain catur melawan manusia hingga dibawa ke berbagai belahan dunia untuk bertanding. Salah satu lawan yang pernah dikalahkan adalah Benjamin Franklin, duta besar yang juga salah satu pendiri negara Amerika Serikat.

Selama 20 tahun, The Turk menampilkan aksinya di hadapan penonton hingga kemudian disimpan menyusul kematian von Kempelen pada 1804. The Turk kemudian dibeli oleh musisi asal Jerman, Johann Nepomuk Maelzel, dan kembali digunakan untuk meladeni manusia bertanding catur.

Seperti von Kempelen, Maezel membawa The Turk bertanding ke berbagai tempat. Setelah kematiannya, The Turk disimpan di Museum Philadelphia hingga hancur karena kebakaran pada 1854.

sumber: ripleys.com | discovermagazine.com | interestingengineering.com