Tiram, Makanan Rakyat Jelata yang Menjadi Kesukaan Bangsawan

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebelum abad ke-20, tiram sama sekali bukan makanan spesial. Baik di Eropa dan Amerika, saat itu harganya murah dan pedagangnya mudah diakses oleh para pembeli. Secara menakjubkan pada masa sekarang, beberapa spesies tiram telah menjelma menjadi hidangan mewah. Di Coffin Bay, Australia, misalnya, satu tiram sudah lazim dijual seharga 75-100 dolar.
Padahal pada masa lampau tiram betul-betul identik dengan rakyat jelata. Charles Dickens, penulis ternama Inggris pada abad ke-19, bahkan menegaskan dalam The Pickwick Papers:
Semakin miskin suatu tempat, kebutuhan lebih besar di sana tampaknya tertuju untuk tiram."
Selama ribuan tahun, tiram juga telah dimakan oleh masyarakat pesisir. Tentunya, bukan dipandang sebagai sajian utama yang dianggap lezat, sebab tiram sering dijadikan pilihan terakhir.
Tiram masihlah camilan murah dan mudah diakses oleh banyak orang, ketika penjualannya mulai melonjak sejak awal abad ke-19. Kala itu, tiram dijajakan sebagai makanan jalanan di London, Paris, dan New York. Lantaran harganya yang murah juga, pada tahun 1860, kota kecil Whitstable di tepi laut Inggris bahkan mengirimkan 50 juta ton tiram ke London setiap tahun, dan masyarakat New York dilaporkan memakan 1 juta tiram setiap hari pada tahun 1900.
Akan tetapi, popularitas tiram yang terkenal murah itulah yang kemudian membuat harganya mulai menanjak. Permintaan pasar yang membeludak secara instan menyebabkan penangkapan yang berlebihan terhadap tiram. Perlahan-lahan, kelangkaan menyematkan predikat eksklusif dan status sosial lebih tinggi untuk tiram, yang kemudian menjadikannya identik sebagai kudapan para bangsawan.
Harga tiram sebetulnya sempat turun pada awal abad ke-20, ketika anak-anak di bawah umur terbukti dieksploitasi di lingkungan industri tiram yang terkenal kotor dan berpenyakit. Segera setelah pengelolaan air bersih lebih diperhatikan dalam proses pertumbuhan tiram, setelah anak-anak tidak lagi dipekerjakan, harganya pun kembali membaik.
Sekarang, lingkungan tempat tiram tumbuh adalah salah satu pertimbangan utama terhadap harganya. Industri tiram yang aman dan etis bagi lingkungan sudah pasti diurus dengan biaya yang tidak murah.
Tiram juga membutuhkan banyak pekerjaan untuk diproduksi, dengan memerlukan dua hingga tiga tahun untuk matang. Semua perawatan yang spesial itu, terutama untuk spesies Crassostrea Gigas, telah membawa tiram meraih tempatnya dalam gaya hidup masyarakat yang tinggi. Dari jajanan lumrah, menjadi hidangan mewah.
Referensi:
