Xin Zhui, Salah Satu Mumi Terbaik

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: commons.wikimedia.org
Makam Xin Zhui (Lady Dai) ditemukan pada 1971 di situs arkeologi Mawangdui yang berada di dekat Kota Changsa, Tiongkok. Dia dibungkus dalam dua puluh lapisan sutra dan tertutup dalam empat peti mati berangkai (untuk mencegah jalan masuk bagi udara).
Pada kuburannya, arekeolog juga menemukan sisa-sisa merkuri yang kemungkinan berguna membunuh bakteri. Untuk menahan air masuk ke dalam peti, makam Xin Zhui dipenuhi dengan arang dan bagian atasnya disegel oleh tanah liat.
Bagaimanapun, terlepas dari metode mumifikasi Lady Dai yang sangat bagus, keawetan tubuhnya masih merupakan prestasi anomali. Cukup banyak mayat yang dikubur dengan lingkungan kedap udara dan air seperti itu namun hasilnya malah gagal. Jadi, cukup sah untuk mengklaim Xin Zhui sebagai salah satu terbaik mumi yang pernah ditemukan oleh arkeolog.
Selain itu, jangan terkecoh oleh wajahnya yang tampak bengkak dan cacat. Itu hanya sedikit kekurangan dari ragam kelebihan yang dimiliki oleh mumi Xin Zhui.
Kulit Xin Zhui masih terasa lunak ketika disentuh dan dia tak memiliki tanda-tanda rigor mortis (kekakuan mayat) di tubuhnya --lengan dan kakinya bahkan masih dapat dibengkokkan seperti manusia hidup. Serta, organ internalnya masih utuh dan masih terdapat darah pada pembuluhnya.
Sementara mumi lainnya cenderung hancur tatkala digerakkan oleh arkeolog, daya tahan Lady Dai sangat baik sehingga dokter masih dapat melakukan otopsi terhadapnya. Setelah lebih dari 2.100 tahun kematiannya, peneliti sanggup merekontruksi penyebab kematiannya, pola hidupnya, sampai mengetahui golongan darahnya yang bertipe A.
Sumber: britannica.com | thoughtco.com
