Zhong Zhong dan Hua Hua, Monyet Kembar Pertama Hasil Kloning

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kehadiran mahluk kloning senantiasa menimbulkan pertentangan etika dalam keragaman mahluk hidup.
Domba Dolly membuat sejarah 22 tahun lalu, untuk pertama kalinya ilmuwan dari Roslin Institute di Edinburgh, Skotlandia, mampu mengkloning mamalia dari sel dewasa.
Semenjak itu, banyak mamalia lainnya telah coba dikloning menggunakan prosedur Somatic Cell Nuclear Transfer (SCNT), termasuk sapi, babi, anjing, kucing, dan tikus. Proses ini melibatkan transfer DNA dari nukleus sel ke sel telur, yang kemudian dikembangkan menjadi embrio.
Foto: qz.com
Dari semua mamalia itu, Zhong Zhong dan Hua Hua adalah primata non-manusia pertama yang dikloning melalui teknik tersebut. Dilansir National Geographic, Rabu (24/1/2018), mereka lahir beberapa minggu lalu di sebuah laboratorium di Tiongkok.
Zhong Zhong dan Hua Hua adalah hasil percobaan ke-79, hasil upaya bertahun-tahun penelitian yang dipimpin Zen Liu, dari Chinese Academy of Sciences.
Meski demikian, pencapaian Liu dan rekan-rekannya menuai banyak kritik. Terlepas dari alasan para peneliti yang mengatakan bahwa monyet kloning akan berguna sebagai model untuk mempelajari penyakit dengan basis genetik.
"Prosedur (yang digunakan untuk Zhong Zhong dan Hua Hua) sangat tidak efisien dan berbahaya," tegur Profesor Robin Lovell-Badge dari The Francis Crick Institute, London, Inggris.
Menilik pada tahun 1999, embrio kera rhesus dipisahkan menjadi beberapa bagian untuk menciptakan kembar idetik. Salah satu monyet terlahir (bernama Tetra), namun proses kehadirannya tidak melibatkan proses transfer yang kompleks seperti Zhong Zhong dan Hua Hua.
