Ziggurat Dur-Kurigalzu, Benteng Penting Babilonia

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sebelum hancur, konstruksi itu berguna melindungi rute perdagangan batu permata langka lapis lazuli.

Foto: commons.wikimedia.org
Ketika pertama kali ditemukan pada awal abad ke-19, Ziggurat Dur-Kurigalzu sempat dikira hanya bukit pasir biasa. Kemudian setelah diidentifikasi, barulah diketahui strukturnya terbuat dari batu bata yang kemungkinan diambil dari tanah liat di dekat Sungai Eufrat.
Usianya telah mencapai 3.400 tahun dan struktur kolosal tersebut mulanya memiliki tinggi 60 meter dengan lebar fondasi sekitar 70 meter persegi. Saat dibangun oleh Raja Kurigalzu pada abad ke-14 Sebelum Masehi (SM), Ziggurat dan Kota Dur-Kurigalzu bahkan memegang peran vital dengan berfungsi sebagai ibu kota sekaligus benteng.
Dinasti Kassite yang dipimpin Raja Kurigalzu menjadikannya pusat pemerintahan Babilonia dan memposisikannya untuk melindungi rute perdagangan penting menuju sumber lapis lazuli. Ini adalah sebuah batu permata langka yang dihargai sangat mahal sejak zaman kuno (berasal dari Afghanistan).
Namun, pada abad ke-12 SM, Ziggurat terjadi mendapatkan kerusakan parah tatkala Kota Dur-Kurigalzu diserang oleh orang-orang Elam. Lalu, seiring waktu, Ziggurat mengalami erosi dan berisiko untuk runtuh.
Beruntung pada tahun 1970-an, Ziggurat Dur-Kurigalzu akhirnya mulai dipulihkan oleh pemerintah Irak, yang saat itu dipimpin oleh Presiden Saddam Hussein.
Sumber: britannica.com | ancient.eu
