Konten dari Pengguna

Pentingnya Berkata 'Tidak'

abyy

abyy

Menyukai film, musik, video game, pro wrestling, dan pop culture lainnya. Saat ini bekerja di kumparan sebagai seorang Product Manager.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari abyy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dari the seattle times.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dari the seattle times.

"Saying yes to multiple people can easily swallow your most productive hours.” - Damon Zahariades

Menurut Damon Zahariades, kalau kita sering berkata "iya" terhadap apa pun dan di setiap kondisi, akibatnya adalah kita dapat membuang waktu produktif kita. Jika kita menolak permintaan untuk tidak ikut meeting karena kita memang tidak ada kebutuhan di meeting tersebut, kita bisa gunakan waktu tersebut ke hal yang lebih bermanfaat, misalnya mengerjakan task lain yang ditugaskan untuk kita.

Singkatnya manfaat jika kita berani berkata "tidak", kita bisa menjadi lebih produktif dan bisa mengatur waktu dengan lebih baik.

Ketika membaca buku "The Art of Saying NO"-nya Damon Zahariades ini, saya juga menemukan beberapa poin yang memang bisa berdampak juga jika kita lebih berani berkata "tidak", antara lain yaitu:

  • Dengan berkata "tidak" dengan lantang tanpa beban, kita bisa lebih jujur dan percaya terhadap keinginan diri sendiri, jadi kita melakukan apa yang ingin dilakukan, dan jangan lakukan apa yang tidak ingin kita lakukan.

  • Kalau kita bisa dengan tenang berkata "tidak" kepada orang-orang di sekitar kita, maka hubungan kita bilang lebih positif dan baik, karena dibangun dengan kejujuran.

Mindset Berkata "Tidak" Itu Penting

Berkata "Tidak" akan meningkatkan kemurahan hati dalam membantu sesama

Ilustrasi Berkata "Tidak" akan meningkatkan kemurahan hati dalam membantu sesama

Berkata "tidak", tidak membuat kita menjadi seorang yang egois, menurut Damon Zahariades, berkata "tidak" lebih sering dan cenderung memenuhi kebutuhan kita terlebih dahulu, justru dapat meningkat kemurahan hati kita.

Jika kita selalu mengatakan "ya" kepada siapa pun dan kapan pun , kita tidak akan  memiliki waktu untuk fokus pada kebutuhan kita sendiri. Dampaknya kita bisa kelelahan bahkan sampai stres atau bahkan kita bisa kesel terhadap orang-orang yang menghabiskan waktu kita. Lalu sekarang pertanyaannya adalah: Apa gunanya kita bagi orang lain jika kita tidak fit atau kita lelah atau kita stres? Jika kita lebih sering mengatakan "tidak" terhadap sesuatu, kita bisa menggunakan waktu tersebut dengan mengisi energi kita.

Coba bandingkan jika kita mengatakan "iya" dalam kondisi prima dengan mengatakan "iya" dalam kondisi lelah, sudah pasti dampaknya akan berbeda.

Berkata "Tidak" karena sebuah alasan akan memperkuat hubungan

Ilustrasi Berkata "Tidak" karena sebuah alasan akan memperkuat hubungan

Kita perlu menekankan di pikiran kita bahwa tiap orang menghargai hal-hal yang sulit dicapai. Jika teman-teman kita tahu bahwa kita TIDAK dengan bebas memberikan waktu kita, mereka akan lebih menghargai waktu kita, daripada kita hanya mengatakan "ya" untuk setiap permintaan.

Setiap "Ya" adalah "Tidak" untuk hal lain

Setiap kali kita mengatakan "ya", kita juga mengatakan "tidak" untuk hal lain. Ketika kita menuruti permintaan untuk bantuin teman pindahan rumah di hari sabtu, kita jadi tidak ada waktu untuk beristirahat atau mungkin quality time bareng keluarga. Di dalam bukunya, Damon Zahariades memiliki tips untuk para pembacanya. Pada suatu waktu jika kita menggunakan waktu kita untuk lebih mengutamakan permintaan  seseorang, ingatlah tiga P: people,  project, personal wellbeing.

Ilustrasi 3P: People, Project, Personal Wellbeing
  1. People: Bayangkan mengatakan "tidak" kepada orang-orang yang ingin kamu habiskan waktu bersama dan lihat kekecewaan di wajah mereka.

  2. Project: Bayangkan kita tidak bisa fokus dengan hal-hal yang ingin kita capai, atau goal yang ingin kita capai karena kita terlalu fokus untuk selalu menuruti permintaan orang lain.

  3. Personal Wellbeing: Bayangkan melihat diri kita dalam seminggu dari sekarang, letih dan lelah karena kita mengatakan “tidak” untuk kegiatan itu akan membantu kita recharge energi, memulihkan, dan meningkatkan kesejahteraan pribadi kita.

Cara Berkata "Tidak" Tanpa Membuat Orang Tersinggung atau Marah

Komitmen

Ketika mengatakan "tidak" dengan merujuk pada komitmen, manusia pada umumnya akan paham. Mereka biasanya tidak ingin menekan kita untuk melanggar komitmen kita.

  • "Saya berkomitmen penuh untuk sebuah proyek sekarang, jadi saya harus menolak permintaan Anda."

  • "Saya telah berkomitmen untuk menghabiskan waktu bersama keluarga saya akhir pekan ini."

  • "Saya tidak dapat bergabung dengan Anda untuk makan siang. Saya telah membuat komitmen untuk pergi ke gym setiap hari saat makan siang."

Penawaran Balik

Alih-alih mengatakan "tidak" pada permintaan seseorang, terutama seseorang yang hubungannya sangat kita hargai, katakan "tidak" untuk permintaan awal mereka dan counter dengan tawaran yang lebih kecil.

  • "Saya tidak dapat melakukannya saat ini, tetapi saya dapat menghubungkan kamu dengan seseorang yang dapat membantu."

  • "Saya tidak punya waktu untuk mengerjakan A, B, dan C, tetapi saya akan dengan senang hati membantu kamu dengan salah satu tugas itu."

  • "Saya terlalu berkomitmen dan tidak dapat menghadiri meeting, tetapi dengan senang hati saya akan mengirimkan beberapa ide yang dapat kamu dalam meeting."

Jadi kita bisa menarik benang merah di antara 2 cara berkata "tidak" tanpa menyinggung perasaan orang lain adalah dengan memberikan sebuah alasan di setiap penolakan. Kita perlu memiliki alasan yang kuat untuk membuat orang paham kenapa kita harus menolak permintaan mereka.

com-Ilustrasi menolak utang Foto: Shutterstock