Konten dari Pengguna

Krisis Pangan Mozambik: Ketika Kondisi Perut Kosong Memicu Ancaman Nasional

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Grace Octavia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Krisis Pangan Mozambik dan Ketidakamanan Pangan Global

Isu terkait ketidakamanan pangan yang terjadi di Mozambik tidak hanya menjadi sebuah isu domestik biasanya, tetapi merupakan sebuah kaca yang mencerminkan betapa lemah dna rapuh pada sistem pangan global yang ada. Tidak hanya 1-2 orang saja, melainkan jutaan Masyarakat di Mozambik memiliki kehidupan dan berada di lingkatan krisis pangan akut. Tentu peristiwa ini menarik perhatian yang tidak biasanya, tidak hanya Masyarakat dan pemerintah Mozambik, melainkan menarik perhatian dari kancah global internasional. Menurut laporan Food Security Cluster tahun 2025, kurang lebih 3,6 juta orang di Mozambik membutuhkan bantuan kemanusiaan genting yang diakibatkan oleh krisis pangan akut di Mozambik. Sekitar 15 distrik di provinsi Cabo Delgado, orang yang membutuhkan 763.324, untuk bantuan pangan 675.130. Fenomena krisis ini terjadi tidak hanya menggarisbawahi tentang kekurangan pangan, namun menghighlit akses terhadap pangan yang bergizi, kestabilan sosial dan masa generasi penerus bangsa. Tidak hanya orang dewasa yang menjadi korban, melainkan anak-anak dengan tingkatan rentan yang paling dominan dan melahirkan malnutrisi akut di penjuru daerah.

Anak-anak Mozambik Mengalami Malnutrisi Akibat krisis Pangan

Mengapa hal tersebut dapat terjadi di Mozambik? Ketidakamanan pangan ini terjadi diakibatkan oleh berbagai macam factor struktural maupun eksternal. Petani kecil di Mozambik ini masih memiliki ketergantungan kepada metode yang tradisional dan tidak melibatkan dukungan teknologi modern yang dapat mempermudah dan meningkatkan produktivitas para petani, hal ini tentunya melahirkan semakin rendahnya produktivitas pertanian di Mozambik. Ketika dunia sudah berlomba-lomba untuk melibatkan teknologi yang canggih untuk mempermudah pekerjaan, di sisi Mozambik masih memilih untuk menggunakan cara tradisional. Sehingga pertanian yang dilakukan menurunkan efektivitas dan tidak efisien jika mengikuti kebutuhan konsumen. Lahan pertanian dan hasil panen juga tidak jarang gagal dikarenakan cuaca yang ekstrem di Mozambik, Ketika banjir, siklon, dan kekeringan terjadi menjadi sebuah pemicu terjadinya gagal panen karena diluar kendali manusia. Selain kedua faktor internal sebelumnya, kelembagaan yang lemah menjadi dorongan krisis pangan ini dapat terjadi. Sistem pangan nasional yang dimiliki, belum dapat memenuhi dan menjadi fondasi yang kuat untuk para petani kecil dan rantai pasok setelah panen. Kelemahan ini tentu memberikan pengaruh besar kepada negara, karena belum dapat memberikan solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan domestic.

Faktor Eksternal: Konflik dan Ketergantungan Impor

Adapun faktor eksternalnya, Ketika wilayah Cabo Delgado masih memiliki lingkarnag ketidakstabilan dan memaksakan ratusan ribu masyarakat untuk mengusi dan menghindari daerah konflik tersebut, menjadikan situasi semakin memanas, tidak hanya krisis pangan namun daerah konflik melahirkan ketakutan yang lebih jauh. Selain itu, ketergantungan impor menjadi faktor terjadinya krisis tersebut, Ketika lemahnya produksi lokal dan infrastruktur yang buruk dan tidak layak menjadikan Mozambik menanamkan sifat ketergantungan impor karena fluktuasi harga pangan global. Maka dari itu, gambungan dari berbagai faktor tersebut melahirkan siklus buruk yang terulang secara terus menerus.

Kelompok Masyarakat yang memiliki dampak signifikan yaitu, para petani kecil yang masih sangat bergantung kepada lahan pertanian yang terbatas dan hujan. Anak-anak yang sangat rentan untuk mengalami malnutrisi yang di akibatkan oleh gizi buruk. Selain itu keluarga pedesaaan yang hidupnya masih jauh dari pusat distribusi pangan, sehingga mereka memiliki keterbatasan akses yang sulit untuk diselesaikan. Serta, para perempuan yang menjadi kepala keluarga harus dapat memikul tanggung jawab ganda, di mana mereka harus mencari nafkah sembari mengurus rumah tangga mereka sendiri tanpa bantuan seorang suami. Wajah nyata yang dialami dari krisis tersebut, tidak hanya sebuah laporan namun keadaan yang lebih menyedihkan di lapangan. Melihat Krisis pangan ini sangat buruk terjadi di bagian Utara dan Tengah Mozambik, wilayah Nampula dan Cabo Delgado. Nampula sendiri merupakan wilayah yang memiliki tingkat kemiskinan yang sangat tinggi dan tidak memiliki infrastruktur pertanian yang tidak layak. Di sisi lain, Cabo Delgado merupakan daerah yang memiliki konflik dan melahirkan hilangnya akses terhadap sumber pangan dan lahan. Wilayah tersebut menjadi krusial karena menjadi episentrum krisis yang didorong akibat lembahnya sistem, konflik, dan bencana alam yang diluar kendali.

Krisis pangan ini terjadi secara musiman sampai kornis, Ketika musim kering mengalami gagal panen yang dikarenakan bergantung pada hujan. Selain itu Ketika terjadinya bencana alam seperti banjir dan siklon yang dapat menghancurkan hasil panen pertanian, dan tentunya hal tersebut tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Serta, pada periode konflik, menjadikan masyrakat untuk pengungsi dan tidak mendapatkan akses pangan hal ini didorong Ketika adanya eskalasi kekerasan yang terjadi di Mozambik. Di tambah dengan perubahan iklim yang sangat signifikan menjadikan salah satu risiko krisis pengan yang buruk dan tidak dapat diprediksi semakin bertambah pada masa yang akan datang. Tentu untuk keluar dan mematahkan lingkaran yang buruk, Mozambik dan peranan mitra Internasional harus memiliki strategi yang efektif. Memperkuat rantai nilai hasil panen, dengan melakukan penyimpanan dan distribusi yang lebih memadai dan meminimalisir kehilangan hasil panen. Memberikan program bantuan pangan yang bergizi untuk pada anak anak dan kelompok yang lebih rentan. Adanya transparansi distribusi terhadap bantuan dan melakukan pemberdayaan komunitas lokal yang baik dan sesuai dengan peruntukannya serta memperkuat keamanan perdamaian dan stabilitas pada setiap kebijakan yang sudah dibuat.

Strategi Internasional Atasi Krisis Pangan Mozambik

Tentunya ketidakamanan pangan di Mozambik ini menjadi alarm dan peringatan keras untuk global, kita maupun kacamata dunia tidak dapat menutup mata akibat krisis yang memberikan kaca untuk bercemin betapa rapuhnya sistem pangan yang ada. Tidak hanya berpatokan pada perubahan iklim yang dapat memperburuk siklus bencana, namun melihat sisi lain tentunya ada konflik domestik yang menjadi situasi yang semakin buruk.

Sumber : Ilustratsi Pribadi