kumparan
14 Feb 2019 18:44 WIB

Kuliah di Aligarh Muslim University, Kuno tapi Bermutu

Salah satu Fakultas di Aligarh University, India. Foto: Khiththati/acehkini
Mujiburrahman dan Nasir bergegas bersiap meninggalkan masjid Jama Aligarh selepas melaksanakan shalat Jumat. Kali ini mereka mempunyai misi untuk memperkenalkan kampus Aligarh Muslim University (AMU) di kawasan Aligarh, negara bagian Uttar Pradesh, India.
ADVERTISEMENT
Liburan musim panas berlangsung lama akhir tahun lalu, membuat kampus sunyi ditinggal para mahasiswa yang pulang kampung. Namun tidak dengan perpustakaan yang terlihat selalu ramai. “banyak mahasiswa Indonesia yang sudah pulang,” ungkap Mujib, mahasiswa asal Aceh kepada acehkini.
Mujib begitu ia bisa dipanggil memutuskan untuk tinggal karena harus mempersiapkan wisuda. Berkeliling kampus Aligarh yang rindang, Mujib dan Nasir mengajak untuk melihat sebuah fakutas. Bangunan tiga lantai itu tampak sederhana dengan kursi kayu memanjang, papan tulis hitam, kelas tanpa kipas angin apalagi air conditioner.
Ruangan perpustakaan Aligarh University, India. Foto: Khiththati/acehkini
“Jangan terkejut melihatnya, kelas-kelas ini seperti waktu kita sekolah dasar dulu kalau di Aceh,” Kata Mujib. Pengumuman yang ditempel beberapanya tertulis tangan. “Kampus ini fasilitas pratiknya lengkap walaupun nampak seperti sekolah gini,” cerita Nasir tersenyum.
ADVERTISEMENT
“Konsep keserderhanaan dan bersahaja menjadi hal yang ditonjolkan, intinya orang berilmu itu bersahaja,” sambungnya.
Kesederhanaan itu juga terlihat dari gaya mahasiswa berpakaian, laki-laki kebanyakan memakai sharwani dan perempuan menggunakan kurti, jauh dari kesan mewah. Di halaman kampus lebih banyak sepeda dari pada motor apalagi mobil. “di sini sepeda itu barang mewah, kalau motor kita parkir sembarangan jarang yang hilang, namun kalau sepeda silap mata hilang,” kisah Mujib sambil terkekeh.
“bahkan disini profesor tidak malu untuk mengayuh sepeda ke kampus, jarang dari mereka yang tampil mewah,” Nasir menambahkan.
Perjalanan selanjutnya melihat perpustakaan utama kampus, Maulana Azab Library. Ada beberapa ruangan yang digunakan disini. Ruang untuk belajar di sini terbagi menurut tingkatan pendidikannya, ada ruang belajar yang diperuntukan khusus untuk perempuan selain ruang belajar bersama.
Papan pengumuman di salah satu sudut kampus Aligarh University, India. Foto: Khiththati/acehkini
Pustaka Maulana Azad di Aligarh University, India. Foto: Khiththati/acehkini
Perpustakaan menyimpan banyak koleksi dan naskah kuno, berusia ribuan tahun, dan sejarah lengkap kerajaan Mughal. Untuk memasuki ruang manuskrip, pengunjung memerlukan izin khusus. Perpustakaan ini juga dilengkapi dengan Social Science Cyber Library, pustaka digital ini sudah bersertifikat internasional.
ADVERTISEMENT
Tour kampus ini diakhiri oleh Mujib dan Nasir di masjid kebangaan kampus, Sir Syed Hall atau lebih dikenal dengan Jama Masjid AMU. Masjid ini dibangun pada tahun 1879 oleh pendiri kampus, Syed Ahmed Khan dan selesai pada bulan Januari 1915. Di dinding masjid diletakkan sepuluh marmar dengan ukiran surat Al-Fajr. Arsitekturnya dibuat mirip dengan masjid peninggalan kerajaan Mughal di Lahore yang bernama Badshahi. Di dalam komplek masjid terdapat makam Syeh Ahmed Khan, bagian sisi kiri.
Aligarh Muslim University, kampus Islam tertua di Asia Selatan membuktikan bahwa pendidikan tidak bisa dilihat dari seberapa bagusnya fasilitas yang ada. Nilai kesederhanaan dalam menuntut ilmu juga penting. Times Higher Education World University menempatkan AMU di rangking 601 kampus terbaik dunia pada tahun 2018. Di India sendiri, kampus ini menjadi salah satu dari yang terbaik dan termurah di India.
ADVERTISEMENT
Reporter: Khiththati (India)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan