1 Jemaah Haji Asal Aceh Meninggal Dunia di Makkah

Satu Jemaah Calon Haji (JCH) Aceh asal Kabupaten Pidie Jaya bernama Salmiyah binti Muhammad Daud (69 tahun) yang tergabung dalam kloter 1 meninggal dunia di Rumah Sakit King Faisal, Syisyah, Makkah, Sabtu (3/8) pukul 00.42 Waktu Arab Saudi (WAS). Sebelumnya sempat dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) selama 2 hari dengan keluhan sesak nafas dan cepat lelah.
Informasi ini disampaikan Koordinator Humas dan Penerangan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Muhammad Nasril, setelah menerima kabar dari petugas haji kloter 1 di Arab Saudi, Sabtu sore (3/8).
"Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah, ibu Salmiyah binti Muhammad Daud, jemaah BTJ 01 pukul 00.42 Waktu Arab Aaudi tadi malam di RS King Faisal. Almarhumah dirawat karena mengalami ischemic heart attack ditambah penurunan kesadaran dan bradikardi (serangan jantung)," ujar Nasril.
Ia menyebut jemaah dengan nomor paspor C3239226 di Tanah Suci tinggal di Maktab 18, hotel nomor 228, sektor 2, Syisyah, Makkah.
"Semoga almarhumah diampuni segala dosa dan ditempatkan di sisiNya bersama anbiya dan shalihin," kata Nasril.
Lebih lanjut, Nasril menyampaikan kronologisnya, jemaah sebelumnya sempat dirawat di KKHI selama 2 hari dengan keluhan sesak nafas dan cepat lelah. Di KKHI, yang bersangkutan didiagnosa mengidap penyakit jantung koroner. Baru dipulangkan ke hotel 3 hari yang lalu.
"Pukul 19.30 WAS, pasien tiba-tiba sesak nafas dan langsung tidak sadarkan diri di kamar penginapan saat sedang berbincang bincang dengan teman sekamar," ujar Nasril berdasarkan informasi dari dokter kloter 1, dr. Aditya kepada PPIH Embarkasi Aceh melalui pesan instan.
Lalu, petugas kesehatan kloter dihubungi oleh teman sekamar jemaah dan langsung menuju kamar jemaah. "Pada pemeriksaan ditemukan TD: 70/- mmHg, nadi: 35x/mnt, nafas: periodik apneu, dilanjutkan pemasangan infus intravena," jelas Nasril.
Kemudian pada pukul 19.37 petugas kesehatan menghubungi Tim Gerak Cepat (TGC) sektor untuk rujukan ke rumah sakit. Tiba di RS King Faisal langsung dilakukan resusitasi lanjutan, pemasangan CVP dan intubasi, dan pasien dibantu ventilator.
"Jam 21.45 seluruh proses resusitasi selesai. Pasien dalam kondisi stabil. Dan pasien direncanakan untuk dirawat di ICU, kemudian setelah beberapa jam kami mendapatkan informasi beliau telah meninggal dunia," tutur Nasril.
Untuk fardu kifayah, direncanakan salat jenazah dilakukan di Masjidil Haram dan pemakaman di Sharaya, Makkah.
"Saat ini dalam proses pengurusan jenazah bersama pihak maktab untuk proses fardu kifayah, kita minta disalatkan di Masjidil Haram dan pemakaman kemungkinan di Sharaya," sebut Nasril berdasarkan informasi yang diterima dari Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) kloter 1, Abiya Anwar Usman.
Reporter: Husaini
