15 Orang Meninggal Bersebab COVID-19 dalam Sehari, Rekor Selama Pendemi di Aceh
·waktu baca 2 menit

Sebanyak 15 orang dilaporkan meninggal karena COVID-19 dalam sehari, pada Senin (31/5/2021) kemarin. Ini menjadi kasus yang tertinggi sepanjang pandemi melanda Aceh sejak akhir Maret 2020.
“Kami mencatat angak ini sebagai kasus meninggal harian tertinggi yang pernah dilaporkan selama pandemi COVID-19 di Aceh,” kata Saifullah Abdulgani alias SAG, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pemerintah Aceh, dalam keterangannya Selasa (1/6/2021).
Saat bersamaan, kasus positif COVID-19 di Aceh bertambah 116 orang, penderita yang sembuh setelah menjalani perawatan di rumah sakit rujukan atau isolasi mandiri sebanyak 132 orang.
15 orang yang dilaporkan meninggal tersebut terdiri dari sembilan laki-laki dan enam perempuan. Mereka adalah warga Banda Aceh (6 orang), warga Aceh Tamiang (2 orang), Aceh Besar (2 orang), Nagan Raya (2 orang), Langsa (1 orang), Sabang (1 orang), dan Aceh Singkil (1 orang).
Dilihat dari usia, korban meninggal dunia akibat virus corona tersebut termasuk kelompok risiko tinggi, dengan umur rata-rata 50 tahun ke atas. “Pada usia di atas 50 tahun, secara fisik sudah tak sekuat anak-anak muda, apalagi memiliki penyakit penyerta,” katanya.
Menurut SAG, sejak virus corona melanda Aceh, kasus kematian harian tertinggi yang pernah dilaporkan sebelumnya adalah 12 orang, terjadi sebanyak 2 kali pada 17 September dan 28 September 2020.
“Ini menjadi pembelajaran bagi kita untuk lebih disiplin menajalankan protokol Kesehatan. Perlu ada kesadaran di kalangan anak-anak muda yang cenderung abai pada protokol Kesehatan, bahwa di rumahnya, di lingkungannya ada banyak orang tua yang memiliki risiko sangat tinggi meninggal dunia apabila terinfeksi virus corona,” harap SAG.
Update COVID-19 Aceh
Saifullah Abdulgani melaporkan data terakhir kasus COVID-19 di Aceh tercatat sebanyak 15.017 kasus/orang. Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 11.770 orang. Penderita yang sedang dirawat 2.651 orang, dan kasus meninggal dunia secara akumulatif sebanyak 596 orang.
Sementara data akumulatif kasus probable sebanyak 786 orang, meliputi 688 orang sudah selesai isolasi, 18 orang isolasi di rumah sakit, dan 80 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19.
Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.433 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.160 orang. “Sedang isolasi di rumah 207 orang, dan 66 orang sedang isolasi di rumah sakit,” tutupnya. []
