15 Tahun Tsunami Aceh, Tangis Pecah di Kuburan Massal Ulee Lheu

Mengenang 15 tahun tsunami Aceh, warga Kota Banda Aceh, Aceh, mendatangi pemakaman massal korban tsunami Aceh di Ulee Lheue, Kamis (26/12). Di sana mereka berzikir dan mengirimkan doa untuk korban bencana yang menewaskan sedikitnya 200 ribu jiwa itu.
Pantauan acehkini, warga mulai berdatangan ke pemakaman massal Ulee Lheue sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka umumnya pergi bersama sejumlah anggota keluarganya dan turut membawa anak-anak.
Setiba di pemakaman, warga mulai berzikir, membacakan surat Yasin, dan berdoa. Pada saat kedua tangan ditengadah dan doa-doa mulai lafalkan, air mata mereka menetes. Tangis pecah di atas tanah lapang yang menjadi "rumah" ratusan ribu korban tsunami.
Salah seorang peziarah, Jalaluddin, baru saja menutup doanya sembari kedua telapak tangannya mengusap wajah. Pria 53 tahun itu datang dari Lambaro, Aceh Besar. Meski ia tak merasakan langsung gelombang tsunami, tetapi banyak keluarganya yang hilang ketika peristiwa itu terjadi.
"Banyak keluarga yang hilang ketika tsunami. Tidak ketemu hingga sekarang," kata dia kepada acehkini.
Jalaluddin turut membawa seluruh keluarga dan anak-anaknya ke kuburan massal. Ia ingin anak-anaknya yang lahir setelah tsunami, tetap mengingat peristiwa itu dan terus mengenang.
"Di rumah kita selalu ajarkan kepada anak-anak soal tsunami. Di sekolah juga sudah diajarkan soal mitigasi bencana," kata dia.
Di pemakaman massal Ulee Lheue dimakamkan sebanyak 14.264 jiwa korban tsunami Aceh. Selain di Ulee Lheue, penziarah juga mendatangi pemakaman massal di Siron, Aceh Besar. []
