Konten Media Partner

156 Pegawai Badan Penanggulangan Bencana Aceh dan Mitra Ikut Rapid Test

ACEHKINIverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemeriksaan rapid test di kantor BPBA. Dok. BPBA
zoom-in-whitePerbesar
Pemeriksaan rapid test di kantor BPBA. Dok. BPBA

Sebanyak 156 orang terdiri dari pejabat, pegawai dan mitra kerja di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), menjalani pemeriksaan rapid test di Aula Kantor BPBA, Rabu (3/6/2020). Hal itu sesuai intruksi Kepala Pelaksana (Kalak) BPBA, Sunawardi.

BPBA adalah kantor yang menjadi gugus tugas inti di dalam percepatan pencegahan COVID-19 di Aceh. Di kantor BPBA juga ada Posko Percepatan Pencegahan COVID-19 yang siaga 24 jam. “Karena BPBA merupakan salah satu kantor yang dikecualikan Work From Home (WFH), jadi personil BPBA wajib masuk kantor tiap harinya.” ungkap Sunawardi.

Menurutnya, rapid test merupakan suatu pemetaan sehingga dapat menjamin semua staf dan mitra yang bekerja tidak ada yang terindikasi COVID-19. Dengan adanya pemetaan ini diharapkan semua staf yakin tentang kondisi fisiknya, sehingga lebih percaya diri dalam menjalankan tugas keseharian di BPBA.

Rapid test ini juga bertujuan untuk membangun kesiapsiagaan kami dalam bekerja di BPBA dan Posko Percepatan Penanganan COVID-19 di Aceh,” sambung Sunawardi.

Terkait hasilnya, Sunawardi mengatakan akan disampaikan secara serentak oleh tim dari Dinas Kesehatan yang melakukan pemeriksaan tersebut. “Mungkin besok (Kamis),” katanya.

Pemeriksaan rapid test diikuti oleh 156 orang. Dok. BPBA

Kepala Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan pada Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hasnani, mengatakan sampai akhir pelaksanaan rapid test di Aula BPBA, tercatat sebanyak 156 orang telah mengikuti test cepat itu.

“Bagi peserta yang nanti hasilnya negatif jangan eforia, dan tetap harus menjalani protokol Kesehatan. Bagi yang reaktif jangan stres karena proses ini bukanlah penentuan hasil akhir untuk COVID-19,” kata dr Hasnaini. []