Konten Media Partner

868 Pasien Positif COVID-19 di Aceh Jalani Isolasi Mandiri

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), mengatakan 868 pasien positif virus corona saat ini menjalani isolasi mandiri. Sedangkan 86 pasien lainnya dalam perawatan tenaga medis di rumah sakit rujukan.

"Kasus baru COVID-19 bertambah lagi sebanyak 33 orang, sehingga secara akumulatif sudah mencapai 1.632 orang. Orang Tanpa Gejala (OTG) dalam masa isolasi mandiri 868 orang," ujar SAG dalam keterangannya, Senin (31/8).

Ia menyebut, penderita baru COVID-19 sebanyak 33 orang tersebut berasal dari Banda Aceh sebanyak 22 orang, warga Aceh Besar dan Kota Subulussalam masing-masing 2 orang, warga Aceh Barat Daya dan Kota Lhokseumawe sama-sama 1 orang. Sisanya 5 orang dari luar Aceh.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG). Foto: Suparta/acehkini

Selain itu, SAG menambahkan, sebanyak 2 pasien COVID-19 dilaporkan meninggal dunia. Keduanya warga Kabupaten Nagan Raya.

Selanjutnya ia melaporkan jumlah akumulatif kasus COVID-19 di Aceh per 31 Agustus 2020 pukul 15.00 WIB telah mencapai 1.632 orang.

"Dengan rincian, 954 orang dalam penanganan tim medis di rumah sakit rujukan atau melakukan isolasi mandiri, 615 orang dinyatakan sembuh, 63 orang meninggal dunia," kata SAG.

kumparan post embed

Menurutnya, Orang Tanpa Gejala (OTG) yang konfirmasi positif COVID-19 tidak semua harus dirujuk ke rumah sakit. Mereka dapat melakukan isolasi mandiri selama 14 hari secara ketat di rumahnya atau di tempat karantina khusus yang disedikan pemerintah kabupaten/kota.

"Jumlah OTG di seluruh Aceh mencapai 868 orang atau sekitar 91 persen dari jumlah pasien positif COVID-19 yang saat ini dalam perawatan sebanyak 954 orang itu," ujar SAG.