News
·
17 Oktober 2020 10:03

Aceh Gratiskan Denda Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama

Konten ini diproduksi oleh ACEHKINI
Aceh Gratiskan Denda Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama  (639)
Suasana di kantor Samsat Aceh, tempat pengurusan pajak kendaraan bermotor. Dok. Polda Aceh
Punya kenderaan bermotor tapi pajaknya mati di Aceh? Jangan khawatir, urus secepatnya karena Pemerintah Aceh memperpanjang masa gratis untuk denda pajak mobil dan motor, bea balik nama atau mutasi kendaraan dari luar Aceh.
ADVERTISEMENT
Direktur Lalu Lintas Dirlantas Polda Aceh, Kombes Dicky Sondani, mengatakan seharusnya pada 15 Oktober 2020, kebijakan gratis denda pajak dan bea balik nama telah berakhir. “Namun, kebijakan tersebut diperpanjang sampai 23 Desember 2020,” katanya, Sabtu (17/10/2020).
Menurutnya, aturan keringanan pajak dan bea balik nama kendaraan di Aceh, sesuai Peraturan Gubernur Aceh Nomor 24 Tahun 2020 tentang perubahan kedua atas Peraturan Gubernur Aceh Nomor 11 Tahun 2020, tentang pembebasan dan keringanan biaya balik nama kendaraan bermotor kedua dan pajak kendaraan bermotor, serta denda biaya balik nama kendaraan bermotor dan denda pajak kendaraan bermotor.
Aceh Gratiskan Denda Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama  (640)
Ilustrasi mobil plat BL di Aceh. Foto: Abdul Hadi/acehkini
Menurut Kombes Dicky, perpanjangan masa gratis itu berdasarkan pantaun Dirlantas Polda Aceh dan Kepala Badan Kekayaan Aceh, dalam melihat antusiasme masyarakat untuk menggunakan plat BL (Aceh) cukup tinggi karena tidak dikenakan biaya balik nama, saat mutasi kendaraan dari luar daerah. Selain itu, juga mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih akibat pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
Sejak diberikan keringanan bebas biaya balik nama selama 6 bulan sebelumnya, ada penambahan jumlah kendaraan bermotor di Aceh dari non-BL ke BL, sejumlah 5.149 kendaraan bermotor
“Hal ini menguntungkan masyarakat Aceh, karena pajak kendaraan bermotor di tahun 2021 akan bertambah,” kata Dicky.
Pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang terbesar pendapatan di Aceh. “Silahkan masyarakat yang masih menggunakan non-BL, dapat dimutasikan ke BL, karena dengan menggunakan BL, kita ikut berpartisipasi membangun Aceh,” tutup Dirlantas Polda Aceh. []