Aceh Jadi Rebutan untuk Basis Jaringan Terorisme
·waktu baca 2 menit

Detasemen Khusus 88 Markas Besar Kepolisian menangkap sejumlah orang yang terindikasi terlibat jaringan terorisme di Aceh dalam beberapa pekan ini. Pengamat Terorisme Al Chaidar mengatakan Aceh memang menjadi wilayah rebutan beberapa jaringan terorisme.
"Aceh menjadi pusat pergerakan jaringan Jemaah Islamiyah (JI) yang baru, jadi boleh dikatakan sekarang ini ada semacam kontestasi atau perebutan dari beberapa kalangan kelompok teroris untuk menjadikan Aceh sebagai basis," kata Al Chaidar saat dihubungi acehkini, Kamis (4/8).
Selain JI, kata Al Chaidar, jaringan terorisme berafiliasi dengan ISIS, Jamaah Ansharut Daulah (JAD), juga ingin menjadikan Aceh sebagai basis. Tapi pergerakan di Aceh lebih dulu dilakukan JI sejak 2000 yang dibawa oleh Ustaz Hambali.
"Mereka sudah lama menargetkan [Aceh] dan sudah banyak anggota mereka. Rata-rata bukan orang Aceh, tapi sekarang sudah ada juga orang Aceh," ujar Al Chaidar.
Apa alasan ingin menjadikan Aceh sebagai basis? Ada dua hal menurut dosen Universitas Malikussaleh Lhokseumawe itu. Pertama, kelompok terorisme senang Aceh menerapkan syariat Islam. Kedua, posisi spasial Aceh sangat strategis karena di wilayah paling barat Indonesia sehingga memudahkan akses melalui laut dan udara ke Malaysia atau negara lain.
"Posisi strategis ini menjadikan Aceh wilayah yang paling mereka incar oleh dua-duanya, kelompok JI dan JAD," katanya.
Namun pergerakan jaringan terorisme tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam dianut mayoritas masyarakat Aceh yang dipelajari di dayah (sebutan pesantren di Aceh). Al Chaidar menyebut JAD menentang praktik tahlilan dan lainnya yang dianggap bid'ah, sementara ini sangat kental di kalangan warga Aceh. "Bagi mereka bertentangan sekali. Tapi bagi kelompok JI tidak begitu masalah."
Rabu kemarin, Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga Koordinator Teroris Wilayah Aceh Jaringan Jemaah Islamiyah berinisial ISA (37 tahun) di salah satu kantor desa dalam Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.
Dalam beberapa pekan ini, total sudah 15 orang yang diduga terlibat jaringan terorisme ditangkap di Aceh. Menurut Kepolisian Daerah Aceh, 13 orang di antaranya anggota JI dan dua orang anggota JAD.
