Konten Media Partner

Aceh Laporkan Nol Penambahan Kasus Baru Corona Hari Ini

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tenaga medis mengambil dosis vaksin Sinovac pada pelaksanaan program vaksinasi corona tahap pertama di Aceh, Jumat (15/1). Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Tenaga medis mengambil dosis vaksin Sinovac pada pelaksanaan program vaksinasi corona tahap pertama di Aceh, Jumat (15/1). Foto: Suparta/acehkini

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pemerintah Aceh melaporkan tidak ada penambahan kasus baru terkonfirmasi positif corona di Aceh pada hari ini, Senin (25/1). Masyarakat diminta untuk terus melakukan pencegahan kasus baru dengan cara memahami gejala infeksi virus corona dan menangkalnya.

"Aceh zero penambahan kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir. Pasien yang sembuh juga tidak bertambah, dan tidak ada laporan penderita meninggal dunia," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, pada Senin malam.

"Kita bersyukur tidak ada penambahan kasus hari ini, dan sangat berharap tidak ada lagi kasus baru," lanjutnya.

Jubir yang akrab disapa SAG itu mengatakan, harapannya mungkin berlebihan dalam masa pandemi ini, namun harapan tersebut akan menjadi kenyataan apabila semua lapisan masyarakat berikhtiar bersama-sama bertekad mencegah kasus baru pada dirinya, keluarga, maupun orang-orang terdekatnya, dengan menjalankan protokol kesehatan.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG). Foto: Dok. Humas Setda Aceh

Menurutnya, penyebaran virus corona dari satu orang kepada orang lain terjadi tanpa sengaja. Orang menyangka dirinya terkena flu biasa, bukan gejala COVID-19, sehingga tetap berbaur. Sementara orang lain pun menganggap hal yang sama maka tidak berusaha menghindar dengan memakai masker dan menjaga jarak.

"Pengetahuan tentang gejala COVID-19 sangat penting agar bisa saling menghindari secara fisik dan saling melindungi antar sesama. Secara kasat mata sulit membedakan penderita COVID-19 dengan penyakit influenza. Keduanya menunjukkan gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek," kata SAG.

Karena itu, diperlukan pemeriksaan secara medis dan diperiksa swab nasofaring dan orofaring dengan real time polymerase chain reaction (RT-PCR) untuk memastikannya. Namun demikian, pengetahuan tentang gejala COVID-19 amat penting agar bisa saling menjaga dan melindungi.

kumparan post embed

SAG menjelaskan, dari analisis data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan, penderita COVID-19 di Aceh tidak hanya menunjukkan gejala demam, batuk, dan pilek saja. Analisis terhadap 9.144 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Aceh, yang menunjukkan gejala batuk 63 persen, pilek 39,1 persen, dan gejala lemas 34,1 persen.

Sementara gejala lain yang ditemukan di kalangan penderita COVID-19 di Aceh, kata SAG, yakni demam sekitar 32,9 persen, riwayat demam 30,6 persen, sakit tenggorokan 30,1 persen, sakit kepala 26,3 persen, sesak nafas 22,4 persen, keram otot 17,1 persen, mual 11,4 persen, sakit perut 8 persen, diare 5 persen, menggigil 0,2 persen, dan gejala lainnya sekitar 1,2 persen.

"Gejalanya bukan hanya demam, pilek, dan batuk, melainkan kian beragam karena virus corona itu terus bermutasi," sebutnya.

kumparan post embed

Karena itu, lanjut SAG, setiap ada gangguan kesehatan dalam masa pandemi ini patut diwaspadai. Apabila bagi yang pernah bepergian ke daerah-daerah masih tinggi infeksi lokal (zona merah), atau merasa pernah berinteraksi secara dekat (kontak erat) dengan seseorang yang kemudian terkonfirmasi positif COVID-19, hendaknya segera melakukan pemeriksaan kesehatan di Pusat Pelayanan Kesehatan terdekat.

"Jangan mengabaikan gejala ringan. Sebab penyakit yang sudah pada stadium lanjut (berat) akan makin sulit diobati dan risiko kematian pun kian tinggi. Apabila mengalami gejala penyakit dalam masa pandemi COVID-19 saat ini, sebaiknya langsung berobat dan melakukan isolasi mandiri, untuk melindungi keluarga, sahabat, dan kerabat dari ancaman virus corona," ujarnya.

Update Corona di Aceh 25 Januari

Selanjutnya, SAG menyampaikan, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Aceh tidak bertambah hari ini, sehingga data epidemiologisnya masih sama dengan data kemarin.

Ia menyebut, secara akumulasi jumlah kasus COVID-19 Aceh sudah mencapai 9.144 orang. Penderita yang dirawat saat ini 1.017 orang, sudah sembuh sebanyak 7.753 orang, dan 374 orang meninggal dunia.

"Tidak ada penambahan pasien yang sembuh, dan juga tidak ada pasien COVID-19 yang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir," ujar SAG.