Konten Media Partner

Aceh Targetkan Masuk 15 Besar di PON XX Papua 2021

ACEHKINIverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Atlet anggar Aceh berlatih di GOR KONI Aceh untuk persiapan PON XX Papua 2021. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Atlet anggar Aceh berlatih di GOR KONI Aceh untuk persiapan PON XX Papua 2021. Foto: Suparta/acehkini

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 direncanakan berlangsung pada 2 Oktober mendatang. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh menargetkan kontingen Aceh masuk 15 besar perolehan medali PON XX Papua 2021.

Sekretaris Umum KONI Aceh M Nasir Syamaun mengatakan, menghadapi PON XX Papua 2021, KONI Aceh terus mematangkan segala persiapan yang telah dimulai jauh-jauh hari. Persiapan tersebut baik dari sisi pembinaan atlet secara desentralisasi dan sentralisasi sejak 2020, dan persiapan prakompetisi menjelang dimulainya perhelatan PON XX 2021 di Papua.

"Saat ini para atlet telah berada pada persiapan khusus, semua cabang sudah melewati persiapan umum. Aceh akan mengirimkan 127 atlet dari 26 cabang olahraga, baik perorangan maupun beregu yang akan berlangsung 2 Oktober sampai 15 Oktober nanti," kata Nasir Syamaun kepada awak media, Senin (23/8).

Nasir menyampaikan, berdasarkan persiapan yang telah dilaksanakan selama dua tahun terakhir sesuai arahan Ketua Umum KONI Aceh Muzakir Manaf (Mualem), dirinya mengaku optimis kontingen Aceh akan mampu mencapai prestasi 15 besar dari 34 provinsi se-Indonesia peserta PON XX Papua 2021.

Sekretaris Umum KONI Aceh M Nasir Syamaun. Foto: Dok. KONI Aceh

"Target kita (rangking) 15 besar. Persiapan sudah matang. Kita sudah mempersiapkan diri sejak tahun 2020 lalu. Pembinaan dalam bentuk desentralisasi dan sentralisasi. Pemusatan latihan sudah dilakukan selama 16 bulan dan tersisa sekitar satu bulan efektif," sebutnya.

Dalam sisa masa persiapan sekitar satu bulan lagi, Nasir mendapatkan instruksi dari Ketua KONI Aceh untuk tetap menjaga ritme persiapan para atlet agar performa maksimal dapat benar-benar tercapai saat atlet berada di arena PON Papua.

Lebih lanjut ia menambahkan, sejauh ini pihaknya tidak mengalami kendala yang cukup berarti dalam persiapan para atlet dan pelatih. Hanya saja, beberapa program dalam upaya meningkatkan tingkat kompetisi para atlet melalui uji tanding tidak dapat dilaksanakan karena kondisi pandemi COVID-19.

"Try out yang sudah diprogramkan saat pelatda untuk uji tanding ke provinsi lain, bahkan ada yang keluar negeri tidak dapat terlaksana, karena kondisi pandemi COVID-19," ujarnya.

kumparan post embed

Bahkan, sambung Nasir, rencana mendatangkan tiga pelatih asing untuk cabang muay thai dari Thailand, panahan dari Iran, dan taekwondo dari Korea Selatan, juga harus dibatalkan. Saat ini para atlet dari berbagai cabang olahraga ditangani oleh 47 pelatih Aceh yang ditambah delapan pelatih nasional.

Ia menyebut, KONI Aceh yakin prestasi kontingen PON Aceh akan semakin meningkat, seperti PON sebelumnya. Pada PON XVIII tahun 2012 di Riau Aceh menduduki peringkat 25 dari 34 provinsi. Selajutnya pada PON XIX tahun 2016 di Jawa Barat, prestasi Aceh langsung melejit ke rangking 17.

"Target kita di Papua masuk 15 besar," sebut Nasir.

"Melihat persiapan para atlet, kami yakin mereka sudah siap bertempur. Semangat juang atlet juga sangat tinggi, apalagi ketika Aceh sudah mencatat sejarah perbaikan rangking dari dua kali PON sebelumnya. Kita yakin Insya Allah masuk rangking 15," pungkasnya.

kumparan post embed