kumparan
30 Sep 2019 15:52 WIB

Amanah Wali Nanggroe ke Anggota DPR Aceh: Jaga Perdamaian

Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud (kanan) memberikan selamat kepada anggota DPR Aceh yang baru dilantik. Foto: Suparta/acehkini
Sebanyak 81 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRA) Aceh, dilantik di gedung DPR Aceh, Banda Aceh, Senin (30/9). Mereka diharapkan untuk terus menjaga dan mengisi perdamaian Aceh.
ADVERTISEMENT
Hal itu diamanahkan oleh Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haythar kepada para anggota DPR Aceh yang baru. Malik ikut memimpin pengukuhan secara adat, dilanjutkan dengan prosesi peusijuk didampingi oleh Plt Gubernur Aceh, Ketua Majelis Adat Aceh dan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.
Malik berpesan agar anggota dewan yang baru dilantik terus meningkatkan kualitas SDM di Aceh dan menjaga keberlanjutan perdamaian Aceh. "Rakyat Aceh telah menunjukkan mandat untuk menyalurkan aspirasi mereka kepada bapak-bapak. Jaga terus perdamaian Aceh," katanya.
Usai itu, Malik Mahmud menyerahkan cinderamata serta buku Undang Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh serta buku perjanjian Damai MoU Helsinki.
Nova Iriansyah (kanan) bersama Malik Mahmud, mantan Ketua DPR Aceh, Muhammad Sulaiman dan mantan Wakil Ketua DPR Aceh, Sulaiman Abda. Foto: Humas Aceh
Sementara itu, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan atas nama Pemerintah Aceh, berterima kasih pada pimpinan dan segenap anggota dewan periode lalu yang telah bekerja sama dengan baik. Selain itu, DPR Aceh periode 2012-2019 telah telah mencatat sejarah penting yang sebelumnya tak pernah terjadi.
ADVERTISEMENT
"Eksekutif dan legislatif telah menyetujui bersama APBA 2020 pada Rabu 25 September 2019 atau 2 bulan lebih cepat dari ketentuan yang ada. Melalui forum ini, saya berterimakasih dan apresiasi saya kepada saudara semua," kata Nova.
Nova berharap hubungan baik dan dukungan kepada pemerintah terus diberikan oleh anggota DPR Aceh periode 2019-2024, untuk mencapai pembangunan yang berkesinambungan. Sinergitas dan hubungan harmonis eksekutif dan legislatif, harus senantiasa dijaga. “Karena tujuan penting pembangunan adalah memberikan keadilan ekonomi, sosial dan politik kepada rakyat,” ujarnya.
Nova yakin anggota DPR Aceh yang baru bertugas, dapat melanjutkan estafet legislatif dengan baik. "Di luar sana kami yakin, rakyat berada dalam situasi sama dengan kita dan mereka tidak sabar menanti kiprah wakil yang mereka mereka pilih," kata Nova.
Dahlan Sulaiman, Ketua DPR Aceh semantara. Foto: Suparta/acehkini
Ketua DPR Aceh sementara, Dahlan Sulaiman, mengatakan dirinya bersama Wakil Ketua sementara, Dalimi, telah dipercayai dan diberi amanah untuk memimpin DPRA sampai nantinya terbentuk pimpinan DPR Aceh definitif. "Tentu amanah ini akan kami laksanakan dengan baik," kata dia.
ADVERTISEMENT
Ia mengajak seluruh anggota dewan terpilih untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya. Tugas terdekat, kata Dahlan adalah segera membahas tata tertib dan alat kelengkapan dewan. "Kita tentu dihadapkan pada tugas berat, namun Alhamdulillah ada sedikit keringanan karena APBA sudah dibahas. Ini kemenangan rakyat Aceh, sejarah pembahasan tepat waktu dan sudah sesuai aturan," kata Dahlan []
Suasana jalan di depan gedung DPR Aceh saat pelantikan. Foto: Adi Warsidi/acehkini
Reporter: Adi W
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan