Konten Media Partner

Anggota Satpol PP Aceh Barat Diduga Pukuli Peserta Demo di Depan Kantor DP3AKB

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi demo Gerakan Perempuan Tolak Kekerasan Seksual Terhadap Anak (GERTAK) di Kantor DP3AKB Kabupaten Aceh Barat, Rabu (3/11) siang. Foto: Dok. acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Aksi demo Gerakan Perempuan Tolak Kekerasan Seksual Terhadap Anak (GERTAK) di Kantor DP3AKB Kabupaten Aceh Barat, Rabu (3/11) siang. Foto: Dok. acehkini

Sejumlah pedemo yang tergabung dalam Gerakan Perempuan Tolak Kekerasan Seksual Terhadap Anak (GERTAK) mengaku dipukul oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) saat melakukan aksi di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Aceh Barat, Rabu (3/11) siang.

Dugaan pemukulan terhadap pedemo tersebut berlangsung dalam lanjutan aksi demo di depan kantor DP3AKB seusai aksi di depan Mapolres Aceh Barat. Korban pemukulan disebut berjumlah tiga orang terdiri dari Alfarabi Herley, Sandi Muliadi dan Fatkia Nisa.

Seorang Anggota GERTAK, Rona Julianda, mengatakan, peristiwa pemukulan itu terjadi dalam aksi lanjutan, di mana seorang anggota mereka ditarik oleh anggota Satpol PP. Kemudian secara spontan datang anggota GERTAK lainnya untuk menyelamatkan perempuan yang diduga ditarik anggota Satpol PP.

Aksi demo Gerakan Perempuan Tolak Kekerasan Seksual Terhadap Anak (GERTAK) di Kantor DP3AKB Kabupaten Aceh Barat, Rabu (3/11) siang. Foto: Dok. acehkini

"Beberapa teman kami menjadi korban pemukulan yang dilakukan oleh petugas Satpol PP, korban mengalami luka ringan pada bagian siku tangan, kepala berdarah dan lecet badan karena terseret pada saat kericuhan berlangsung," jelas Rona.

Setelah aksi itu, tambah Rona, korban pemukulan memilih melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Aceh Barat.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan WH Aceh Barat, Dodi Bima Saputra menyampaikan bantahan bahwa anggotanya tidak melakukan pemukulan terhadap peserta demo yang melakukan aksi di depan Kantor DP3AKB pada siang hari tadi.

"Kami tidak ada memukul, kami menjaga diri menjaga blokade kami,” kata Dodi.

X post embed

Ia menyebut, bukan Satpol PP yang memulai, tetapi ada dua orang laki-laki yang melompat dalam blokade dan memprovokasi sehingga membuat seorang anggota Satpol PP perempuan terjepit.

"Kami hanya sekedar menjaga blokade, tidak ada kami memulai. Mereka berdua yang melompat dalam blokade dan memprovokasi kami, sehingga anggota Satpol PP perempuan terjepit, kan wajar kami dorong. Ada anggota Polisi juga di sini," sebutnya.

Saat ditanyakan soal korban yang melaporkan kasus pemukulan itu ke polisi, Dodi menjawab bahwa itu hak mereka. "Silakan hak mereka buat laporan, kami juga punya hak," ujarnya.