Atraksi Tarian Massal 1.300 Siswa Meriahkan Pembukaan O2SN di Aceh

Pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2019 di Aceh yang dipusatkan di Stadion Harapan Bangsa, Kota Banda Aceh, Senin (26/8), berlangsung meriah. Penampilan ragam atraksi seni dan budaya Aceh oleh 1.300 penari massal siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Aceh membuat Opening Ceremony O2SN 2019 begitu megah.
Tarian Guel dari dataran tinggi Gayo di Aceh mengiringi langkah Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta rombongan menuju panggung utama. Di atas karpet merah itu, Sekjen Kemendikbud RI, Didik Suhardi, bersama rombongan ditemani Asisten I Sekretaris Daerah Aceh, M Jafar; Wakil Ketua TP PKK Aceh, Dyah Erti Idawati; dan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin.
Acara dimulai dengan parade budaya 34 provinsi peserta O2SN yang menampilkan model berbusana meriah khas Aceh. Para peserta masing-masing provinsi secara bergantian masuk ke arena pembukaan. Tak lama mereka disambut dengan tarian Peumulia Jamee (memuliakan tamu) persembahan siswa-siswi SMA Negeri 10 Fajar Harapan, Banda Aceh, yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran dan selawat badar oleh Takdir Feriza Hasan.
Di akhir acara, ribuan mata yang hadir di Stadion Harapan Bangsa dimanjakan dengan atraksi tarian massal yang ditampilkan 1.300 siswa-siswi SMA dan SMK dari Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Di bawah koreografer Toya alias Taufik Hidayat dan Nabil, atraksi siswa-siswi itu membuat pembukaan O2SN 2019 di Aceh berlangsung megah.
O2SN 2019 di Aceh dibuka oleh Sekjen Kemendikbud RI, Didik Suhardi. Sebelum memukul kok atau bola bulu tangkis (shuttlecock) sebagai tanda resmi dibukanya O2SN di Aceh, Didik mengawali pidato pembukaannya dengan mengajak peserta O2SN untuk menyanyikan lagu wajib nasional 'Dari Sabang Sampai Merauke' secara bersama-sama.
Didik juga mengajak peserta O2SN ke-12 untuk bersama-sama melakukan yel-yel olahraga kita. Yel-yel ucapan salam olahraga yang diucapkan Didik diikuti dengan jawaban "Sehat Berkarakter" oleh siswa-siswi sebanyak tiga kali. Didik memuji seremonial pembukaan O2SN di Aceh tersebut sangat meriah dan melebihi pembukaan kegiatan serupa di tahun-tahun sebelumnya.
Terkait pelaksanaan O2SN, Didik mengatakan, olahraga-olahraga olah pikir dan olah hati merupakan kebutuhan bagi anak-anak generasi bangsa yang diharapkan dengan empat keterampilan itu sehingga akan menjadi anak yang hebat, berkarakter, dan berdaya saing tinggi untuk generasi Indonesia menuju Generasi Emas 2045.
"O2SN di samping untuk mencari bakat olahragawan, anak-anak juga diharapkan akan timbul nasionalisme dan rasa kesetiakawanan yang semakin tinggi antar sesama anak bangsa," ujarnya.
"Kita berbeda, Indonesia adalah satu. Anak Papua boleh hidup di Aceh, anak Aceh boleh hidup di Jawa. Anak Indonesia boleh hidup di mana pun. Mari kita gelorakan bahwa generasi Indonesia ke depan generasi yang hebat," kata Didik menambahkan.
Menurutnya, dalam rangka menyambut bonus demografi beberapa tahun ke depan, perlu kita persiapkan generasi yang baik dan jangan sampai anak-anak kita ketinggalan dari anak-anak negara lain
"Oleh karena itu perlu kita berikan kemampuan akademik dan nonakademik serta kemampuan yang lain sehingga anak-anak kita hebat mampu berprestasi di negara-negara lain," ujar Didik.
Ia menyebutkan, melalui O2SN ini pihaknya mengharapkan peserta dapat membangun jaringan yang kuat dan kerja sama sehingga pada saat nanti akan saling membutuhkan dan saling bekerja sama di seluruh Tanah Air.
Menurut Panitia Pelaksana O2SN di Aceh, Syaridin, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2019 di Aceh tingkat SMA dan SMK ini diikuti 884 peserta. Para peserta merupakan siswa-siswi terbaik dari 34 provinsi yang sudah diseleksi secara berjenjang.
"Di antara 6 tujuan pelaksanaan O2SN, ada dua tujuan yang menyentuh. Kegiatan ini untuk meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan generasi muda serta menjaring peserta didik unggul untuk disiapkan menjadi tim nasional dalam kompetisi tingkat internasional," kata Syaridin.
Ia menyebutkan terdapat lima cabang olahraga yang diperlombakan dalam kegiatan O2SN 2019 di Aceh yang akan berlangsung hingga 31 Agustus 2019 mendatang. Kelima cabang olahraga itu masing-masingnya atletik, bulu tangkis, pencak silat, karate, dan renang.
Secara keseluruhan, kata Syaridin, O2SN 2019 di Aceh diikuti oleh 2.037 orang termasuk ofisial dan pelatih yang mendampingi peserta dari 34 provinsi. "Alhamdulillah seluruh kontingen sudah berada di Aceh, bahkan ada beberapa provinsi yang sudah tiba pada 24 Agustus di sini," sebutnya.
Adapun perlombaannya akan berlangsung di beberapa titik lokasi. Untuk cabang atletik akan berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, cabang bulu tangkis SMA di GOR Koni Aceh dan untuk SMK di gedung bulu tangkis di Gampong Lambung Ulee Lheue.
Berikutnya, cabang renang di kolam renang Rindam Iskandar Muda berlokasi di Mate Ie. Kemudian cabang karate SMA di ballroom Grand Nanggroe dan untuk SMK di hall Grand Aceh Syariah, sedangkan cabang pencak silat untuk SMA di GOR Mini Unsyiah dan SMK di Gedung Serbaguna Harapan Bangsa.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang diwakili Asisten I Sekda Aceh, M Jafar, menyampaikan harapannya semoga para peserta O2SN dari seluruh Indonesia betah selama berada di Aceh.
"Sebagai tuan rumah kami gembira atas kehadiran kalian semua di sini. Kami akan berupaya memfasilitasi kegiatan ini sebaik mungkin. Insyaallah tidak akan kami sia-siakan Aceh dipercayakan sebagai tuan rumah," kata Jafar.
Ia menyebutkan pelajar yang bertanding di O2SN merupakan calon atlet masa depan Indonesia. Karena itu, Pemerintah Aceh wajib menyambutnya dengan baik dan memberikan pelayanan terbaik selama di Aceh.
Ia berpesan kepada para peserta untuk bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas serta menggalang persaudaraan. "Selamat bertanding junjunglah semangat sportivitas yang tinggi. Jadilah generasi yang cerdas dan berbudi luhur," pungkas Jafar.
Reporter: Husaini
