Konten Media Partner

Ayah Almarhumah Rina Diundang Dua Stasiun TV ke Jakarta

ACEHKINIverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ayah dari almarhumah Rina Muharami, Bukhari, bersama anak bungsunya saat dijumpai di kediamannya, Senin (4/3). Foto: Husaini Ende/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Ayah dari almarhumah Rina Muharami, Bukhari, bersama anak bungsunya saat dijumpai di kediamannya, Senin (4/3). Foto: Husaini Ende/acehkini

Usai heboh cerita ketegaran Bukhari, sang ayah yang menggantikan putrinya pada prosesi wisuda pekan lalu, dua televisi swasta mengundangnya ke Jakarta.

Undangan itu datang kepada Bukhari dari program reality show hitam-putih Trans7, dan Net TV. Dia diajak untuk berbagi kisahnya yang menginspirasi dan viral di media sosial, saat menggantikan wisuda anaknya (Alm) Rina Muharami yang meninggal beberapa hari setelah sidang skripsi. Rina adalah mahasiswi Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.

"Tadi sekitar pukul 9.30 WIB datang perwakilan Trans7 ke sini memastikan saya untuk berangkat ke sana," ujar Bukhari saat dijumpai acehkini di kediamannya, Senin (4/3) sore.

Tidak hanya sang ayah, perwakilan dari Trans7 juga memberi kesempatan untuk ibu dari almarhumah Rina. Namun Bukhari memastikan dirinya akan berangkat bersama adik dari (Alm) Rina.

Bukhari menerima ijazah anaknya yang meninggal dunia, pada wisuda mahasiswa UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Rabu (27/2). Foto: Dok. UIN Ar-Raniry

"Ibu nggak berangkat, saya berdua bersama adiknya almarhumah, Rizqa Suraya," sebut Bukhari.

Keduanya dipastikan akan bertolak ke Jakarta melalui Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Besar pada Rabu (6/3) besok dengan jadwal penerbangan pukul 9.00 WIB.

"Kamis rencana sudah pulang, tapi orang Net TV telah menghubungi saya untuk tidak pulang dulu," ujar Bukhari.

Dia juga berencana tampil untuk wawancara dengan televisi tersebut. Bukhari mengaku belum mengetahui nama program yang memintanya untuk tampil di Net TV. []

embed from external kumparan

Reporter: Husaini Ende