Konten Media Partner

Banjir Aceh Selatan Mulai Surut, Total Rumah Rusak Bertambah Jadi Tiga

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Banjir merendam Jalan Nasional Tapaktuan-Medan di kawasan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, Kamis (1/9/2022) siang. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Banjir merendam Jalan Nasional Tapaktuan-Medan di kawasan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, Kamis (1/9/2022) siang. Foto: Suparta/acehkini

Banjir luapan air sungai di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, mulai surut pada Kamis (1/9) malam. Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan, jumlah rumah rusak jadi tiga setelah sore tadi bertambah satu.

Kepala BPBD Aceh Selatan, Zainal, mengatakan, banjir yang melanda sejak pagi tadi berangsur surut malam ini di sebagian daerah. "Tapaktuan air sudah mulai surut," ujarnya kepada acehkini, Kamis malam.

Adapun dua kecamatan lain, Samadua dan Pasie Raja, masih terendam sampai Kamis malam. Hingga pukul 16.00 tadi, menurut Zainal, ketinggian banjir di Samadua 75-120 sentimeter.

X post embed

Petugas BPBD sejak tadi sore mulai membersihkan sisa banjir dan longsor di Tapaktuan. Sekitar pukul 21.00, mereka masih bekerja di kawasan Panorama Hatta. Bantuan juga telah disalurkan. "Kami sudah kirim bantuan tanggap darurat ke Tapaktuan, mie maupun beras," kata Zainal.

Zainal menuturkan tidak ada warga yang dievakuasi karena bencana itu. Tenda darurat juga tidak didirikan karena warga memilih mengungsi ke rumah keluarga atau tetangganya.

Rumah Rusak Jadi Tiga

Meski air mulai surut, informasi terbaru kerusakan rumah akibat banjir dan longsor di Aceh Selatan bertambah satu tadi sore. "Total tiga rumah rusak," ujar Zainal. Kamis siang, rumah rusak tercatat baru dua unit.

Kerusakan terbaru terjadi di Tapaktuan. Kini di kecamatan itu ada dua rumah rusak karena longsor, yaitu di Gampong Hilir dan Lhok Bengkuang Timur. Sedangkan satu rumah lagi hanyut terseret banjir di Gampong Air Dingin, Kecamatan Samadua. "Pemilik rumah mengungsi ke keluarga dan tetangga."

Sejauh ini belum ada laporan kerusakan infrastruktur lain akibat banjir dan longsor tersebut.

kumparan post embed