Konten Media Partner

Belasan Ponsel-Benda Tajam Disita di Kamar Narapidana Lapas Meulaboh Aceh Barat

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Belasan ponsel hingga benda tajam disita di kamar narapidana Lapas Kelas II Meulaboh, Aceh Barat. Foto: Siti Aisyah/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Belasan ponsel hingga benda tajam disita di kamar narapidana Lapas Kelas II Meulaboh, Aceh Barat. Foto: Siti Aisyah/acehkini

Sipir Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Meulaboh di Aceh Barat, Aceh, menggeledah kamar narapidana secara mendadak pada Selasa (6/4) malam. Dalam razia ini mereka menemukan sejumlah barang elektronik hingga benda tajam.

Selain dilakukan sipir, razia itu turut melibatkan polisi. Mereka menyisir seluruh ruang tahanan dan menggeledah warga binaan satu per satu. Adapun barang yang ditemukan dalam kamar narapidana, yaitu 13 telepon seluler, kabel listrik, gunting, bekas botol kaleng, dan setrika.

Kepala Lapas Kelas II B Meulaboh Said Syahrul mengatakan, penggeledahan itu merupakan kegiatan rutin untuk mencegah narapidana menyimpan atau memakai barang terlarang.

Sipir Lapas Kelas II B Meulaboh di Aceh Barat menggeledah kamar narapidana secara mendadak pada Selasa (6/4) malam. Foto: Siti Aisyah/acehkini

"Malam ini kami menggeledah seperti biasa, selain itu juga (ada) instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di Jakarta," katanya kepada jurnalis, Selasa (6/4) malam.

Said Syahrul menyampaikan, barang elektronik seperti telepon seluler dilarang di dalam Lapas karena besar kemungkinan digunakan untuk berkomunikasi dengan pihak luar bertujuan melakukan perbuatan melawan hukum.

Sipir Lapas Kelas II B Meulaboh di Aceh Barat menyita belasan ponsel-benda tajam hasil penggeladahan kamar narapidana secara mendadak. Foto: Siti Aisyah/acehkini

Said mengaku belajar dari kasus yang belum lama ini dibongkar, yaitu ada narapidana menyimpan dan menggunakan sabu-sabu yang dilempar dari luar ke dalam Lapas. Menurutnya, semua itu tentu ada proses komunikasi antara narapidana dengan orang luar.

"Maka kami merazia mendadak dan rutin seperti ini untuk mencegah hal serupa terulang," sebutnya.