Konten Media Partner

Bendungan Rukoh di Pidie Ditargetkan Selesai 2023

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lokasi pembangunan bendungan Rukoh di Kecamatan Titue, Pidie. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi pembangunan bendungan Rukoh di Kecamatan Titue, Pidie. Foto: Suparta/acehkini

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Mawardi, beserta rombongan berkunjung ke lokasi pembangunan Bedungan Rukoh, Titue, Pidie, Rabu (19/10/2022).

Bendungan dan waduk tersebut memiliki luas area genangan mencapai 716,10 hektare dan mampu menampung air hingga 128,66 juta meter kubik, merupakan salah satu dari total 13 waduk di Indonesia, yang ditargetkan selesai pengerjaannya pada tahun 2023 mendatang.

Basuki menilai progres pengerjaannya cukup baik, sudah di atas 40 persen. Sesuai instruksi Presiden, bahwa dalam setiap pembangunan infrastruktur, Kementerian PUPR harus selalu menitik beratkan pada aspek lingkungan dan estetika.

Karena itu, Basuki telah mengingatkan kontraktor agar dalam setiap pembangunan memperhatikan aspek tersebut. “Jangan sampai suatu pengerjaan infrastruktur itu merusak hutan, jika tidak dibutuhkan dan tidak berimbas positif bagi masyarakat luas, maka sebisanya hindari menggunakan kawasan hutan,” jelas Basuki.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau lokasi pembangunan Bendungan Rukoh. Foto: Suparta/acehkini

Menteri PUPR juga mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap proses pembangunan bendungan. Jika selesai dibangun, fungsinya tidak hanya sebagai pengendali banjir di Kecamatan Titue dan sekitarnya, tapi juga mampu mengaliri irigasi Baroh Raya dengan lahan sawah seluas 11.950 hektare, terutama di Kecamatan Sakti dan Keumala.

Senada dengan Menteri PUPR, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Mawardi mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap pengerjaan Waduk Rukoh.

“Insya Allah, jika selesai nanti maka persawahan masyarakat akan selalu teraliri air dengan baik. Secara ekonomi, hal ini tentu sangat menguntungkan bagi masyarakat,” ujar Mawardi. []