Bertemu Menhub, Gubernur Aceh Minta Bandara SIM Segera Buka untuk Internasional
·waktu baca 3 menit

Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki melakukan pertemuan dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membahas beberapa hal untuk percepatan pertumbuhan perekonomian di Aceh melalui sektor transportasi.
Achmad Marzuki meminta agar Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar bisa segera dibuka sebagai entry point penerbangan internasional dengan menerbitkan surat edaran dari Kemenhub dan Satgas Covid-19.
“Kemarin terkait entry point sudah dirapatkan lintas kementerian/lembaga yang dipimpin oleh Kemenko Marves, di mana hasilnya Bandara SIM adalah salah satu prioritas. Mohon kiranya Bapak Menhub bisa mendukung dengan menerbitkan surat edaran,” kata Achmad Marzuki dalam pertemuan di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (23/8/2022) sebagaimana dirilis Biro Adpim Setda Aceh.
Hal itu juga akan mempermudah umrah, kunjungan wisata mancanegara, hubungan perdagangan dan kekerabatan, kerja sama IMT-GT dan Indonesia-India. “Apalagi sebagaimana yang kita tahu potensi untuk umrah dari Bandara SIM ke Madinah dan Jeddah itu sangat tinggi,” sebutnya.
Selain itu, Pj Gubernur Aceh juga berharap rute penerbangan perintis di Aceh perlu adanya penambahan dari empat rute menjadi 16 rute dengan frekuensi tiga kali dalam seminggu. Dikarenakan selama ini frekuensi hanya ada satu kali dalam seminggu dari empat rute pelayanan yang ada, yakni Banda Aceh-Takengon, Banda Aceh-Gayo Lues, Banda Aceh-Kutacane, dan Banda Aceh-Sinabang.
“Penambahan rute itu untuk mempermudah mobilitas masyarakat daerah kepulauan dan daerah terluar untuk menggerakkan perekonomian,” sebutnya.
Selanjutnya Achmad Marzuki meminta kepada Kemenhub adanya pengerukan alur pelayaran pelabuhan Kuala Langsa agar dapat sandar kapal 15.000 DWT. Optimalisasi fungsi pelabuhan Kuala Langsa untuk menunjang aktivitas ekspor impor.
“Kita juga berharap adanya pembangunan break water pelabuhan penyeberangan Meulaboh. Karena kapal tidak bisa bersandar saat gelombang tinggi. Fasilitas sandarnya juga cepat rusak akibat benturan, serta hambatan saat bongkar muat,” sebutnya.
Sementara itu Menhub Budi Karya Sumadi menampung semua apa yang disampaikan oleh Pj Gubernur Aceh. Untuk Bandara SIM jadi entry point penerbangan internasional pihaknya telah melakukan rapat sehari sebelumnya dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Satgas Covid-19 dan kementerian lembaga lainnya.
Menyangkut dengan umrah yang diberangkatkan melalui Bandara SIM, Budi menyambut baik. Menhub menyarankan agar Pemerintah Aceh berkolaborasi dengan bandara-bandara lainnya di Indonesia agar penerbangan umrah yang akan menuju Jeddah/Madinah mampir di Bandara SIM untuk mengangkut jemaah umrah asal Aceh. Dengan demikian frekuensi penerbangan dari Bandara SIM ke Arab Saudi menjadi lebih tinggi dan menciptakan multiplier efeknya lebih besar bagi Aceh.
“Salah satunya adalah dengan Bandara Kertajati, Jawa Barat yang membuka akses umrah. Nanti bagaimana berkolaborasi sehingga dari Kertajati terbang ke Banda Aceh kemudian akan mengisi jemaah asal Aceh sebelum terbang ke Makkah dan Jeddah,” jelasnya.
Namun, untuk penambahan rute perintis Menhub meminta pemerintah Aceh untuk mendata bandara-bandara mana yang lebih diprioritaskan untuk ditetapkan sehingga nanti bisa dibantu subsidinya. “Dengan harapan rute itu penumpangnya cukup, tidak hanya satu atau dua orang. Kalau nanti traffic-nya sudah baik, akan banyak lagi pelayanan dari maskapai,” ungkapnya.
Sementara untuk pengerukan alur pelayaran pelabuhan Kuala Langsa, Menhub akan menyurati pihak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Karena itu dikelola oleh perusahaan tersebut. “Begitu juga dengan yang lainnya, kita minta untuk studi dulu, nanti baru disampaikan kepada kami,” ujarnya. []
