kumparan
24 Agu 2019 16:40 WIB

Besok Jemaah Haji Aceh Mulai Bertolak ke Madinah

Jemaah haji Aceh saat bersiap untuk diberangkatkan menuju Arafah. Foto: Dok. PPIH Aceh
Jemaah haji Aceh mulai besok akan diberangkatkan ke Madinah, Arab Saudi. Jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1-BTJ menjadi kloter pertama yang akan bertolak ke Madinatul Munawwarah pada Minggu (25/8).
ADVERTISEMENT
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh,M Daud Pakeh, menyampaikan pemberangkatan kloter pertama jemaah haji Aceh ke Madinah besok dimulai sekitar pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Jemaah tersebut dijadwalkan akan check in di Hotel Madinah pada pukul 16.00 WAS.
"Insyaallah jemaah haji Aceh termasuk dalam gelombang kedua, sebentar lagi akan diberangkatkan ke Madinatul Munawwarah. Saat ini sedang bersiap siap untuk keberangkatan ke Madinah. Di sana lebih kurang  8 hari jemaah haji itu berada di Madinah, sebelum kembali ke Tanah Air," ujar Daud Pakeh di Banda Aceh usai menerima informasi dari petugas haji di Arab Saudi, Sabtu (24/8).
Selama di Madinah, kata Daud Pakeh, jemaah akan melaksanakan ibadah Arbain, yaitu salat berjemaah di Masjid Nabawi dan juga ziarah ke beberapa tempat bersejarah yang ada di sana.
ADVERTISEMENT
Ia menyebut penempatan jemaah haji Aceh berada di wilayah Markaziyah, lebih kurang jarak dengan Masjid Nabawi berkisar antara 50 meter sampai 300 meter.
Daud Pakeh juga mengatakan beberapa hal yang perlu diperhatikan jemaah haji Aceh selama berada di Madinah, yaitu suhu udara di Madinah sedikit lebih panas dibanding di Makkah, berkisar antara 40 hingga 46 derajat celsius pada siang hari.
"Oleh karena itu, kita harapkan jemaah harus banyak mengkonsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi. Begitu juga setiap keluar dari hotel, diharapkan kepada jemaah agar selalu menggunakan alat pelindung diri," tuturnya.
Daud Pakeh juga mengimbau jemaah ketika ke Masjid Nabawi agar selalu memakai sandal dan saat memasuki dalam masjid, menjaga agar sandal tidak hilang.
ADVERTISEMENT
"Di Masjid Nabawi antara jemaah laki-laki dan perempuan dipisahkan dengan pintu masuk yang berbeda. Jemaah agar mengingat nomor pintu masuk masjid, dan diharapkan keluar dari pintu yang sama untuk menghindari salah arah dan tersasar," sebutnya.
Sementara bagi jemaah dengan risiko tinggi (risti) atau usia lanjut, ia berpesan agar tidak mengejar Arbain kalau berisiko bagi kesehatan jemaah tersebut.
"Jemaah juga dibekali dengan kartu hotel agar jika ada jemaah yang terpisah rombongan dan tersasar, dapat dengan mudah diantar oleh petugas yang menemukan," kata Daud.
Lebih lanjut Daud menambahkan, untuk layanan makanan selama di Madinah, jemaah akan mendapatkan layanan makan paling banyak 18 kali. "Makan siang disediakan antara pukul 10.00 hingga 13.00 WAS dan makan malam antara pukul 19.00 hingga pukul 22.00 WAS disertai snack atau roti untuk pagi," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Sedangkan untuk kamar hotel akan diberikan saat penyerahan kunci kamar kepada petugas kloter. "Sebelum kunci hotel diserahkan kepada petugas kloter, diimbau jemaah agar tetap berada dalam bus ketika tiba di Madinah," pungkasnya.[]
Reporter: Husaini
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan