Buat Apa Vaksin? Gubernur yang Sudah Saja Positif COVID, Ini Penjelasan IDI Aceh
·waktu baca 2 menit

Ada warga Aceh yang meremehkan vaksin corona setelah mengetahui banyak dari mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi malah terjangkit COVID-19.
“Terus buat apa vaksin, kalau masih bisa terkena COVID-19 seperti pak gubernur,” kata salah seorang warga kepada acehkini, Kamis (3/6/2021).
Kabar Gubernur Aceh, Nova Iriansyah terjangkit COVID-19 diumumkan Pemerintah Aceh secara resmi kepada media pada Senin (31/5). Saat ini, beliau sedang menjalani isolasi mandiri.
Padahal, Nova Iriansyah telah menjalani vaksinasi corona selama dua kali. Dia bersama sejumlah pejabat lainnya menjadi orang pertama di Aceh yang menerima vaksin corona Sinovac pada empat bulan lalu. Kenyataan ini membuat sejumlah warga Aceh binggung, dan bertanya apa vaksinasi masih perlu?
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh, Safrizal Rahman, memberikan jawaban. Dia menuturkan, fungsi vaksin adalah membentuk daya tahan atau antibodi dalam tubuh seseorang untuk melawan virus. Prinsip ini bukan berarti orang yang sudah divaksinasi tak lagi terpapar virus corona.
"Namun ketika seseorang sudah divaksinasi, kalau terkena COVID tidak akan (bergejala) berat," kata Safrizal dihubungi acehkini, Kamis (3/6).
Menurut Safrizal, sebelum melakukan vaksinasi, angka kematian tenaga kesehatan, terutama dokter, karena virus corona sangat tinggi di Indonesia. Namun setelah menjalani vaksinasi, jumlah kematian cenderung berkurang.
"Tetap positif (setelah divaksinasi) ya biasa, tapi tidak akan (bergejala) berat. Ini yang diharapkan dari vaksin," tuturnya.
Safrizal menjelaskan, penelitian terbaru Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa 94 persen penerima vaksin terlindungi dan 6 persen masih terkena COVID-19, yang sebagian besar tidak bergejala berat.
"Artinya vaksin sangat berguna pada masa pandemi. Masyarakat harusnya berlomba-lomba untuk mendapatkan vaksin, bukan sebaliknya," sebutnya. []
