kumparan
13 Juni 2019 11:16

Bukan Kapan Nikah, Ini 5 Bahasan Para Generasi X Setelah Lama Pisah

WhatsApp Image 2019-06-13 at 10.03.09.jpeg
Ilustrasi Generasi X. Foto: Suparta/acehkini
Berbeda dengan para generasi milenial, yang selalu menjadikan pertanyaan kapan nikah sebagai bahasan penting, jika bertemu sesamanya. Generasi X atau generasi di atas milenial punya bahasan berbeda jika berjumpa, apalagi setelah puluhan tahun tak saling bertatap muka.
ADVERTISEMENT
Ini pengalaman pribadi, saat merekam pembicaraan seratusan rekan-rekan sebaya kala mengikuti reuni Sekolah Menengah Atas (SMA), dalam suasana silaturahmi Idul Fitri 1440 Hijriah. Rata-rata kami adalah kelahiran 1974 sampai 1978, menamatkan SMA tahun 1994.
Semua kami adalah Generasi X yang didefinisikan sebagai generasi yang lahir dalam rentang tahun lahir 1961 sampai 1980. Generasi di bawahnya adalah Generasi Y atau kaum milenial yang lahir sekitar tahun 1981 sampai 1994. Setelahnya ada generasi Z, mereka yang lahir 1995 sampai 2010.
Saat mengikuti reuni, kebanyakan dari kami sudah tak bertemu lagi setelah menamatkan SMA, atau sekitar 25 tahun. Suasananya jelas heboh, saling bertanya dan membahas beberapa hal, menjadi rujukan perilaku bertanya para Generasi X.
reuni SMA.JPG
Alumni SMA 1 Bireuen Angkatan 94, gaya Generasi X. Foto: Adi Warsidi/acehkini
Berikut bahasan 5 isu paling dibahas para Generasi X jika bertemu kembali setelah lama pisah:
ADVERTISEMENT
1. Seputar rumah tangga
Menanyakan seputar rumah tangga paling sering dilakukan Generasi X. Beberapa pertanyaan seperti; berapa jumlah anak, pendidikan anak, sekolah anak, rencana tambah anak, selalu menjadi pembuka tegur sapa setelah salaman dan berpelukan. Bahkan sebagian menyertainya dengan candaan; ada rencana tambah istri?
Ada sebagian yang belum mempunyai anak? Ini tidak menjadikannya sebagai pertanyaan sensitif, karena yang ditanya juga paham kalau mereka lama tak bertemu. Biasanya si penanya akan mengalihkan dengan pertanyaan lain.
2. Berdomisili di mana
Tempat tinggal menjadi bahasan selanjutnya para Generasi X, jika bertemu kawan lama. Sebagian disertai dengan pertanyaan tentang kondisi kota tersebut, jika si penanya pernah mengunjungi tempat itu. Pada bagian ini, mereka akan saling menawarkan kunjungan ke rumah jika singgah atau berkunjung ke kota dimaksud.
ADVERTISEMENT
3. Kondisi kesehatan
Umumnya bahasan soal kesehatan diawali dengan pandangan sekilas terhadap fisik kawannya. Jika kawannya terlalu kurus atau terlihat pucat, kurang bergairah, akan disertai pertanyaan; sehat kan? Yang ditanya akan menceritakan kondisinya, menderita sakit, atau hanya kurang tidur akibat tuntutan pekerjaan. Selanjutnya, meraka akan saling memotivasi
Candaan juga banyak melucur di bagian ini. Jika melihat kawannya terlalu gemuk, maka ada beberapa komentar lucu, misalnya; sudah mulai kurus ya, makmur sekali, atau selalu senang ya? Yang ditanya akan membalas juga dengan candaan, Generasi X umumnya sudah dewasa dan berpengalaman menghadapinya. Lalu, beberapa saran disampaikan seperti rajin olahraga dan menjaga kesehatan.
reuni sma1.jpg
Reuni Generasi X. Dok. Adi warsidi
4. Seputar pekerjaan
Bahasan seputar pekerjaan juga kerap menjadi pembicaraan para Generasi X. Jika kebetulan mempunyai pekerjaan yang sama, tapi tinggal di daerah berbeda, diskusi akan semakin hangat.
ADVERTISEMENT
Ada juga Generasi X yang memanfaatkan pertemuan kembali setelah sekian lama, dengan saling membangun jaringan untuk mengembangkan usaha dan bisnisnya. Jika belum mempunyai pekerjaan tetap, mereka akan saling berjanji membantu memenawarkan solusi.
5. Kenangan lama
Bagian ini paling seru jika Generasi X bertemu sesamanya kembali. Dimulai dari mantan pacar, kenangan pada sekolah, pada guru, sampai kenangan pada sosok rekan lainnya. Ada pesan khusus disampaikan jika membahas kekasih dulu. Hati-hati, jangan sampai cinta lama bersemi kembali.
Begitulah jika Generasi X bertemu sesamanya, setelah puluhan tahun pisah. Beda jauh dengan bahasan Generasi Milenial apalagi Generasi Z, bagaimana pendapat anda? []
Penulis: Adi Warsidi
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan