Konten Media Partner

Danrem Lilawangsa dan Bupati Tinjau Vaksinasi Corona Pertama di Aceh Tengah

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Danrem Lilawangsa dan Bupati Aceh Tengah saat meninjau pelaksanaan vaksinasi corona perdana di Aceh Tengah. Foto: Dok. Laung/TNI
zoom-in-whitePerbesar
Danrem Lilawangsa dan Bupati Aceh Tengah saat meninjau pelaksanaan vaksinasi corona perdana di Aceh Tengah. Foto: Dok. Laung/TNI

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Sumirating Baskoro, dan Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, berkesempatan meninjau pelaksanaan vaksinasi corona pertama di Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan berlangsung di Rumah Sakit (RS) Datu Beru, Takengon, Rabu (10/2/2021).

Penyuntikan vaksin corona dilakukan kepada para pejabat Forkopimda Aceh Tengah. Danrem dan Bupati serta beberapa pejabat lainnya tidak divaksin karena tidak memenuhi syarat sebagai penerima vaksin. Sementara Kapolres Aceh Tengah, AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, dan Kajari Aceh Tengah, Nislianudin dapat menjalani vaksinasi.

"Saya hadir di sini (Aceh Tengah), di Rumah Sakit Datu Beru bersama Bupati dan unsur Forkopimda Aceh Tengah dalam rangka mendukung suksesnya vaksinasi COVID-19,” kata Danrem.

Menurutnya, sejauh ini sudah melakukan berbagai edukasi dan sosialisasi terhadap pentingnya vaksin corona untuk mengakhiri pandemi COVID-19. “Saya sudah perintahkan seluruh prajurit TNI di jajaran Korem 011/Lilawangsa yang memang memenuhi syarat untuk siap divaksinasi sekaligus memberi contoh kepada masyarakat bahwa vaksin ini halal dan aman,” terang Danrem Baskoro

Sejumlah pejabat Forkopimda Aceh Tengah menunggu proses vaksinasi di RS Datu Beru Takengon. Foto: Dok. Laung/TNI

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Datu Beru, Dr Hardianis, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Danrem Lilawangsa dalam kegiatan vaksinasi pertama di Aceh Tengah.

“Vaksinasi COVID-19 tahap awal diprioritaskan kepada tenaga kesehatan dan unsur pejabat. Vaksin ini dipastikan aman dan tidak memiliki efek samping berbahaya," ungkap Hardianis. []

kumparan post embed