Data: Bulan Kematian Bersebab COVID di Aceh, September 2020 dan Juni 2021
ยทwaktu baca 2 menit

Virus corona mulai terdeteksi di Aceh sejak seorang pasien berinisial AA (56 tahun) meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Umum dr Zaionoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh pada Senin pagi, 23 Maret 2020. Saat itu, AA mempunyai gejala mirip COVID-19 dan track riwayat perjalananya juga mengindikasikan hal itu.
AA dimasukkan dalam Pasien Dalam Pengawasan (PDP), karena hasil pemeriksaan akhir sampel swabnya belum keluar dari Balitbangkes RI di Jakarta. AA dimakamkan pada sore harinya, dengan prosedur penanganan jenazah COVID-19.
Hasil swabnya keluar pada 26 Maret 2020 dengan hasil positif, AA menjadi orang pertama meninggal di Aceh bersebab COVID-19. Datanya baru dimasukkan dalam sistem pada April 2020.
Pada Mei 2020, tidak ada data kematian karena COVID-19, selanjutnya pada Juni 2020 tercatat sebanyak dua orang. Kemudian terus bertambah di bulan-bulan berikutnya di tahun 2020.
Sesuai data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional, jumlah kematian paling tinggi sepanjang 2020 tercatat pada bulan September, sebanyak 113 orang. Selanjutnya kurva terus menurun hingga akhir tahun. Lihat data berikut:
Di awal 2021, ada 20 orang yang meninggal pada Januari, lalu 6 orang di Februari. Setelahnya, angka terus melonjak dan mencapai puncak di bulan ini, Juni 2021 dengan jumlah yang meninggal 200 orang.
Data nasional, total yang meninggal di Aceh tercatat sebanyak 797 orang, ada perbedaan atau selisih satu dengan data yang dikeluarkan oleh Satgas Penanganan COVID-19 Aceh yang mencatat angka meninggal 796 orang.
Penelusuran acehkini, perbedaan ini disebabkan kekeliruan dalam memasukkan AA (pasien pertama meninggal) dalam data, sebagai pasien probable atau sebagai pasien COVID-19.
Selain total yang meninggal karena COVID-19, juga ada yang meninggal dengan status probable di Aceh, dengan total 80 orang. Probable adalah kasus yang gejala klinisnya menunjukkan indikasi kuat sebagai COVID-19. []
