Konten Media Partner

Difitnah Berbisnis dengan COVID-19, Dokter di Aceh Tantang Pelaku Rp 100 Juta

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi sampel swab. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sampel swab. Foto: Suparta/acehkini

Seorang dokter spesialis penyakit dalam yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam, Aceh, Risdianty Saragih, menantang siapa saja yang dapat membuktikan fitnah yang menimpa diri dan timnya akan diberi hadiah uang tunai sebesar Rp 100 juta rupiah.

Kepada acehkini, Minggu (16/8), Risdianty mengakui hal itu dilakukan karena santernya isu yang menfitnah dirinya dan timnya, menjadikan COVID-19 sebagai ladang bisnis terkait diagnosa kasus positif terhadap warga Subulussalam. Fitnah itu menyebar di group-group whatsapp dan medsos. Padahal mereka adalah paramedis yang bekerja di garda depan melawan virus Corona di Kabupaten Subulussalam.

facebook embed

"Awalnya saya mengabaikan semua yang dikatakan (fitnah) terhadap saya dan tim saya dalam penegakan diagnosa COVID-19, karena saya anggap tidak penting," katanya di akun facebook miliknya. Status facebook tersebut menjadi trending warga Kota Subulusaalam, beredar luas di media sosial.

Kasus yang menimpa dirinya bermula saat salah seorang warga Kota Subulussalam, diumumkan terkonfirmasi COVID-19 sesuai hasil swab. "Mengingat santernya fitnah atas nama saya dan tim saya, dr Risdianty Saragih, MSc, SpPD, finasim dan dr Ghamal Hanafiah, SpP beserta seluruh tim yang bekerja, saya mengadu keberanian anda yang mengatakan kami menegakkan penyakit ini berdiri di balik bisnis COVID, untuk membuktikannya. Bila terbukti, anda akan saya berikan uang cash Rp 100 juta rupiah," tulis Risdianty.

dr Risdianty Saragih. Dok. Pribadi untuk acehkini

Dokter itu dan timnya, mengatakan sangat terganggu dengan fitnah tersebut, mereka juga diintimidasi. "Bukan hanya fitnah, kami juga menerima intimidasi. Banyak di instagram saya, saya trauma dan langsung saya tutup (Instagram)," jelasnya.

Risdianty mengakui jika dari awal penanganan pasien, dirinya dan tim sangat terbuka dengan keluarga pasien di RSUD Kota Subulussalam. [] Yudiansyah