Konten Media Partner

Dua Almarhum Pejuang GAM Dapat Gelar Kehormatan dari Wali Nanggroe Aceh

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Nanggroe Aceh, PYM Teungku Malik Mahmud Al Haythar memberikan sambutan saat pemberian anugerah. Foto: Abdul Hadi/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Wali Nanggroe Aceh, PYM Teungku Malik Mahmud Al Haythar memberikan sambutan saat pemberian anugerah. Foto: Abdul Hadi/acehkini

Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia (PYM) Teungku Malik Mahmud Al-Haythar memberikan gelar kehormatan kepada dua almarhum pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Mereka adalah Teungu Ilyas Leube dan Teungku Abdullah Syafie (Syafi'i) atau kerap disapa Teungku Lah .

Penyematan medali pin emas sebagai tanda gelar kehormatan dilakukan langsung oleh Wali Nanggroe Aceh, yang diterima oleh Munadi, anak kandung Teungku Ilyas Leube, dan Fathimah, adik kandung Teungku Abdullah Syafie, di Meuligoe Wali Nanggroe, Senin (6/12/2021) malam.

Kepada Almarhum Tgk Ilyas Leube, Wali Nanggroe memberikan gelar kehormatan ‘Sri Alam’, sebuah gelar kehormatan kepada pejabat kerajaan setingkat menteri. Sementara untuk Almarhum Tgk Abdullah Syafie diberikan gelar ‘Perkasa Alam’, sebuah kehormatan yang diberikan kepada panglima tertinggi angkatan bersenjata kerajaan.

Malik Mahmud mengatakan, pemberian gelar kehormatan adalah wewenang Wali Nanggroe, seperti yang tertuang dalam Undang Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh, dan Qanun Nomor 10 tahun 2019 tentang Wali Nanggroe.

"Gelar kehormatan sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh yang telah berkontribusi dalam perjuangan Aceh, penegakan dinul Islam, perdamaian Aceh, keadilan dan kemakmuran Aceh," kata Teungku Malik Mahmud.

Wali Nanggroe Aceh menyematkan pin emas kepada dua ahli waris tokoh GAM. Foto: Abdul Hadi/acehkini

Tgk. Ilyas Leube adalah tokoh kharismatik Gayo, yang mengabdikan dirinya dalam tiga era perjuangan. Almarhum merupakan pejuang mulai era penjajahan Jepang, Belanda, DI-TII dan Gerakan Aceh Merdeka.

Dalam kabinet GAM, almarhum adalah Perdana Menteri kedua yang menjabat sejak tahun 1980-1982, Dewan Syura GAM sejak tahun 1977-1982, dan Menteri Kehakiman GAM tahun 1977-1982. Almarhum lahir di Kenawat, Aceh Tengah pada tanggal 20 Januari 1920, dan syahid dalam sebuah pertempuran di Jeunieb pada 16 April 1982.

"Dalam memori masyarakat Aceh, Tgk. Ilyas Leube tidak hanya dikenal sebagai tokoh di tiga era perjuangan, tapi juga sebagai alim ulama. Beliau merupakan salah seorang cendikiawan terbaik yang pernah dimiliki Aceh," kata Wali Nanggroe.

Wali Nanggroe peusijuek ahli waris dua tokoh GAM yang mendapat gelar kehormatan. Foto: Abdul Hadi/acehkini

Selanjutnya adalah Tgk Abdulah Syafie adalah panglima GAM yang syahid dalam sebuah pertempuran bersama istrinya pada tanggal 22 Januari 2002 di Cubo, Pidie Jaya. Almarhum lahir di Gampong Seuneubok Rawa, Peusangan, Bireuen, pada 12 Oktober 1947. "Teungku Lah telah mengabdikan seluruh hidupnya, baik jiwa, harta dan keluarga demi perjuangan melawan ketidakadilan yang berlaku di bumi Aceh," kata Malik Mahmud.

kumparan post embed

Wali Nanggroe mengajak semua masyarakat Aceh untuk mendoakan kedua pahlawan Aceh tersebut. "Semoga Tgk. Ilyas Leube, Tgk. Abdullah Syafi’i dan ribuan syuhada perjuangan Aceh lainnya mendapatkan balasan suurga dari Allah SWT," ujar Wali Malik Mahmud.

Hadir dalam acara tersebut, perwakilan Pemerintah Aceh, Ketua DPR Aceh, mantan Panglima GAM, Muzakir Manaf dan sejumlah mantan kombatan GAM lainnya. []