Konten Media Partner

Dua Gajah Liar Ditemukan Mati di Aceh

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bangkai bayi gajah liar di Kecamatan Keumala, Pidie. Foto: BKSDA Aceh
zoom-in-whitePerbesar
Bangkai bayi gajah liar di Kecamatan Keumala, Pidie. Foto: BKSDA Aceh

Dua ekor gajah liar ditemukan mati di lokasi berbeda di Aceh. Seekor gajah jantan ditemukan di Kabupaten Aceh Utara dan seekor lagi bayi gajah betina di Kabupaten Pidie.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto, mengatakan seekor gajah jantan berusia 10-12 tahun itu ditemukan di kawasan hutan produksi, Pucuk Krueng Pas, Nisam Antara, Aceh Utara, pada Ahad (20/2).

"Kematian gajah liar diperkirakan berkisar kurang lebih enam hari. Kondisi bangkai sudah mulai membusuk," kata Agus, Rabu (23/2).

Menurut Agus, di bangkai gajah itu ada bekas luka tusukan gading di bagian dada, dekat mata, perut, dan pangkal paha kanan. "Diduga akibat perkelahian sesama gajah liar."

Tim BKSDA Aceh membedah bangkai gajah di Kabupaten Aceh Utara. Foto: BKSDA Aceh

Adapun dua gading milik gajah tersebut masih utuh: keduanya sepanjang 66 sentimeter. Hasil nekropsi bangkai, tim BKSDA Aceh tidak menemukan benda mencurigakan–juga di sekitar bangkai.

Sementara seekor bayi gajah liar ditemukan mati di sekitar Desa Cot Seutui, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, Aceh, pada Senin (21/2). Menurut Agus, bangkai bayi itu baru saja dilahirkan sang induk.

"Diduga bayi gajah mati sesaat setelah dilahirkan oleh induknya yang terlihat dari sisa ari-ari di sekitar bangkai bayi gajah liar," ujar Agus.

Agus menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada bangkai bayi gajah itu. Juga di sekelilingnya tidak ada benda-benda mencurigakan.[]